Thursday, 4 June 2026

Krengsengan Kambing

Hai hai!

Berawal dari rasa penasaran setelah mendengar podcast Ray Janson Radio dengan bintang tamu William Wongso, jadi lah aku membuat Krengsengan Kambing. Padahal sekali pun aku belum pernah coba sajian khas Jawa Timur ini. Setelah coba baca beberapa resep sana sini, akhirnya aku membuat dengan resep yang aku sesuaikan dengan seleraku dan bahan yang tersedia. Kebetulan sekali di kulkas ada petis, jadi bahan ini gak aku skip.

 

Ternyata enak ya, rasanya mirip tongseng tapi dengan hint rasa dan aroma petis yang khas. Disantap dengan nasi hangat, potongan daun kol, dan juga bawang goreng, duh nikmatnya. Kalau ingin lebih pedas, tinggal gerus cabai rawit utuhnya. Wah makin mantap!

Menurutku kalau gak punya petis bisa diganti dengan terasi. Tentunya rasanya akan berbeda, namun tetap dapat rasa gurih fishy nya. Tapi apa masih dibilang Krengsengan? Hmm, sepertinya enggak ya. 

 

Resep Krengsengan Kambing

 

Bahan-bahan: 

500 gr daging kambing, potong-potong kecil

4 sdm kecap manis

1 sdm petis

1 batang serai, geprek

2 lembar daun jeruk

1 lembar daun salam

8 buah cabai rawit merah utuh

2 sdm air asam jawa 

2 sdt garam

1 sdm gula jawa

Air secukupnya 

Minyak untuk menumis 

 

Bumbu Halus:

3 siung bawang putih

5-6 siung bawang merah

5-7 buah cabai merah keriting 

1 ruas jahe

1 ruas lengkuas 

3 butir kemiri

1 sdt ketumbar bubuk

1/2 sdt merica 

 

Pelengkap:

Bawang Goreng

Daun Kol, iris tipis 

 

Cara Membuat:

Lumuri Daging dengan asam jawa, lalu diamkan selama kurang lebih 15 menit. Sisihkan.

Panaskan minyak dalam wajan, tumis bumbu halus, dau salam, daun jeruk, dan serai sampai harum.

Masukkan daging, tumis daging sampai berubah warna. Masukkan kecap manis, petis dan gula jawa, aduk rata. beri sedikit air lalu masak sampai daging empuk.

Masukkan garam dan cabai rawit utuh. Masak kembali sampai air menyusut. Koreksi rasa.

Jika sudah pas, matikan api.

Sajikan Krengsengan Kambing dengan taburan bawang goreng dan irisan daul kol.

 

Semoga menginspirasi!



Wednesday, 15 April 2026

Telur Dadar Padang

Lohaa!

Sebelumnya aku sudah share resep Tumis Kangkung Tauco Medan dengan Telur Puyuh; dan kali ini aku mau share resep untuk lauknya, yaitu Telur Dadar Padang. Sajian ini terinspirasi dari makanan puasa lalu. Aku dan keluargaku berbuka puasa di Rumah Padang dan kami cukup terkesan dengan telur dadarnya. Tebal, agak airy, berempah, gurih, dan agak pedas. Padahal kami jarang sekali pesan telur dadar kalau makan nasi Padang, tapi entah kenapa kala itu telur dadarnya terlihat sangat menggoda. Gak disangka ternyata kami suka sekali, hampir saja tambah satu potong lagi. Untung saja sudah habis di display makanan.

Setelah mengingat-ingat rasa dan cari-cari resep di buku resep dan internet, akhirnya jadi lah resep ini. Bersyukur pohon kunyit dibelakang rumah sedang subur-suburnya jadi bahan terpenting ini gak perlu aku skip. Tapi kalau kalian gak punya daun kunyit, boleh diskip. Rasanya tetap enak kok, walaupun pasti rasanya akan berbeda.

Dari beberapa resep yang aku baca, telur dadar Padang biasanya menggunakan telur bebek. Tapi karena gak ada telur bebek, aku pakai telur ayam aja. Intinya pakai aja bahan yang ada. Rasanya gak beda jauh kok, hanya kalau kalau pakai telur bebek rasanya akan lebih gurih dan teksturnya lebih padat.

Aku juga menambahkan sedikit baking powder agar lebih fluffy dan airy. Lalu penggunaan tepung beras dan tepung terigu tidak boleh dihilangkan. Karena tepung terigu membuat telur dadar lebih kokoh dan tepung beras membuat pinggirannya lebih crispy.

Membuat telur dadar Padang ini agak tricky. Gunakan wajan anti lengket atau teflon untuk menghindari adonan lengket di wajan. Lalu gunakan api kecil agar tidak gosong dan telur dadar bisa matang sempurna. Tutup wajan agar telur bisa matang dengan baik, dan memudahkan proses membalikkan telur. Dan jika ingin luarnya keriting berenda, gunakan minyak yang agak banyak ya.

Telur dadar Padang lebih terasa otentik dengan penambahan kelapa parut sangrai. Aromanya akan terasa lebih wangi dan nutty. Dan kalau ingin lebih pedas, bisa ditambah rawit merah.

 

Telur Dadar Padang

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bahan-bahan:

5 butir telur ayam atau bebek

2 sdm tepung beras

1 sdm tepung terigu 

1/2 sdt baking powder

1 lembar daun kunyit muda ukuran sedang, rajang halus

1 batang daun bawang, rajang halus

2 lembar daun jeruk, rajang halus

1 batang seledri, rajang halus

2 sdm kelapa parut sangrai

1/2 sdt garam

1/4 sdt lada bubuk

100 ml minyak untuk menggoreng

 

Bumbu Halus:

2 siung bawang putih

4 siung bawang merah

5 buah cabai keriting merah

1 ruas kunyit

 

Cara Membuat:

Kocok telur bersama tepung terigu dan tepung beras sampai rata. Masukkan garam, lada, dan bumbu halus, kocok sampai benar-benar rata.

Masukkan rajangan daun kunyit, daun jeruk, daun bawang, daun seledri, dan kelapa parut sangrai; aduk rata.

Panaskan minyak dalam wajan dengan api sedang. Tuangkan adonan, kecilkan api, lalu tutup wajan. Masak selama 7 menit, sampai adonan 3/4 matang atau bagian bawah berwarna kecokelatan dan bagian tengah tidak terlalu cair.

Balik adonan dengan cara angkat telur dadar dengan serok masak lalu balik. Masak selama 5 menit atau sampai bagian bawah berwarna kecokelatan.

Angkat, tiriskan.

 

Dicoba dirumah ya. Semoga menginspirasi! 

Saat sudah mulai hangat, potong sesuai selera. Sajikan.  

 

Tumis Kangkung Tauco Dengan Telur Puyuh

Hai!

Aku sering banget laper mata buat beli bahan-bahan makanan yang menarik dan bikin penasaran untuk dicoba. Dari sekian bahan makanan yang aku beli, salah satu bahan makanan yang sudah nongkrong lama di lemari adalah Tauco Medan Cap Boldu Ayam. Padahal waktu mau beli tuh udah kepikiran bikin ini itu, tapi akhirnya baru dibuka setelah beberapa bulan kemudian.

Sebenarnya tauco mudah sekali ditemui di Jogja, tapi entah kenapa aku gak pernah menemukan tauco dengan bulir kedelai yang masih banyak dan utuh. Lalu algoritma sosial media pun bekerja. Muncul lah video mbak Ade Putri dan kawan-kawannya mengunjungi pabrik pembuatan tauco Medan Cap Boldu Ayam. Aku mulai melihat-lihat unggahan di instagramnya satu persatu. Wah aku amazed sekali dengan proses pembuatan tauco yang masih tradisional.


Proses pembuatannya mengingatkanku dengan drama Korea "Tastefully Yours". Ada episode dimana pemeran utamanya mengunjungi tempat pembuatan doenjang, bumbu masak Korea yang terbuat dari kedelai yang difermentasi. Dilihat-lihat, proses pembuatannya mirip sekali dengan tauco. Dari proses merebus kedelai, peragian, penjemuran di bawah sinar matahari, bahkan proses pemeramannya sama-sama menggunakan tembikar. Bedanya doenjang kedelainya dihancurkan dan tauco tidak. Kebetulan aku punya doenjang di kulkas, aku coba bandingkan rasanya, wah ternyata memang mirip. Dari rasa asin, nutty, dan aroma khas makanan fermentasi. Walaupun cita rasanya mirip, tapi sepertinya doenjang gak bisa menggantikan peran rasa tauco dalam masakan Nusantara.

Dan kemaren aku menambahkan tauco Medan ini ke dalam Tumisan Kangkung dengan Telur Puyuh yang aku masak. Ternyata jadi lebih spesial ya. Ada aroma khas tauco yang bikin tumisan kangkung makin nikmat, apa lagi dimakan bersama nasi hangat dan telur dadar. Duh, nikmat dunia!

Besok masak apa lagi ya pakai tauco Medan ini? Sayur tauco Medan? Sapo Tahu? Atau ada ide lainnya?

 

Tumis Kangkung - Telur Puyuh

Bahan-bahan:

1 ikat kangkung, petiki

8-10 butir telur puyuh

2 siung bawang putih, iris halus 

4 siung bawang merah, iris hakus

3 buah cabai keriting merah, iris serong

1/2 buah tomat ukuran sedang, potong jadi 4 

2 potong lengkuas 

1 sdm tauco Medan

1 sdm saus tiram 

1 sdt gula jawa

1/4 sdt lada halus

minyak untuk menumis

 

Cara Membuat:

Panaskan 4 sendok makan minyak dalam wajan dengan api sedang. Tumis bawang putih dan bawang merah sampai layu. Masukkan cabai keriting merah, tomat, dan lengkuas tumis sampai harum.

Masukkan tauco, saus tiram, gula jawa, lada, dan telur puyuh. Aduk rata.

Besarkan api, masukkan kangkung. Aduk-aduk sampai kangkung melunak. Kecilkan api, koreksi rasa. Jika sudah pas, matikan api.

Angkat, sajikan. 

 

 

Semoga menginspirasi!