Thursday, 7 December 2017

Mango Sticky Rice Shake

Hai,

Kalian pasti bingung deh sama Mango Sticky Rice kok dibikin shake. Walaupun terdengan aneh, but surprisingly enak loh! Rich, creamy, dan seger pula, aku aja gak nyangka kok :))

Sebelumnya aku share resep Mango Sticky Rice kan (yang belum baca, bisa buka link-nya disini), kemarin entah kenapa pengen banget bikin yang aneh-aneh yang temanya gak jauh-jauh dari Mango Sticky Rice. Awalnya udah rencana bikin puding, tapi ternyata kayaknya bakal gak keburu buat karena pagi harus belanja buat warung dan siang bakal riweuh karena bentrok sama persiapan buat warung. Yowes, cari ide lagi yang kira-kira lebih gampang dan gak jauh-jauh dari Mango Sticky Rice.

Browsing browsing browsing, eh ketemu lah video Tastemade di Youtube. Kalau sering nonton Youtube channel Tastemade pasti gak asing deh sama Jen Phanomrat. Nah di video itu Jen bikin Mango Sticky Rice Shake, menarik gak sih idenya? Kata Jen, dia terinspirasi dari minuman dari Mexico, yaitu Horchata. Kalau yang belum tahu Horchata, minuman ini berbahan dasar beras. Nah itu yang menginspirasi Jen untuk bikin Mango Sticky Rice Shake ini.

Basically, it's similar with mango smoothie with glutinous rice milk as yoghurt subtitute. And as usual I don't use the original recipe, I just use the idea. Resepnya hampir sama cuma aku gak pakai susu evaporasi, kenapa? Karena gak ada di rumah. Dan aku juga pakai madu biar lebih sehat, tapi bisa kok diganti dengan gula biasa.


Resep Mango Sticky Rice Shake


Bahan-bahan:

  • 100 gr beras ketan, rendam semalaman
  • 300 ml air
  • 150 gr mangga beku
  • 6 sdm santan instan
  • 2 sdm madu atau gula
  • potongan mangga sesuai selera

Cara Membuat:

  • Blender beras ketan dan air sampai halus, lalu saring dengan saringan yang dilapisi kain. Sisihkan.
  • Masukkan mangga beku, santan, madu atau gula, dan susu ketan tadi ke dalam blender; blender sampai halus. Tuang ke dalam gelas.
  • Sajikan Mango Sticky Rice Shake dengan potongan mangga.



Semoga Mengispirasi!

Monday, 4 December 2017

Mango Sticky Rice (Khao Niao Mamuang), Jajanan Khas Thailand

Hai hai,

Beberapa minggu ini banyak sekali ya bencana alam, dari meletusnya Gunung Agung, banjir dan longsor di daerah jawa bagian selatan, duh hectic banget kemarin. Ada sedikit cerita, minggu lalu Jogja dikasih "berkah" hujan yang melimpah, 2 hari berturut-turut Jogja di guyur hujan 24/2 non-stop! Sampai akhirnya banjir dimana-mana, termasuk daerah di rumahku. Alhamdulillah, air gak sampai masuk ke dalam rumah, tapi halaman depan dan belakang udah penuh air, kolam ikan sampai gak keliatan. Oh ya, waktu deras-derasnya hujan dan banjir dimana-mana, kebetulan aku lagi di luar. Dan waktu perjalanan pulang ke rumah, wah deg-deg'an luar biasa. Tinggi genangan air bisa sampai satu ban, padahal mobilku tinggi loh.

FYI, daerah rumahku masih banyak sawah, kali juga lumayan lebar, banyak tanah lapang juga; tapi masih banjir juga loh. Ya saking seringnya hujan deras yang mengguyur Jogja. Tapi aku berdoa bencana-bencana yang terjadi akhir-akhir ini bukan lah azab tetapi berkah buat umatNya, aamiin! Ah lupa, keesokan harinya banjir cepat sekali surut dan banyak orang yang malah mancing di got atau sawah. Mama juga sempat dapat ikan sepat kecil di got depan rumah :))

Back to main topic, kemarin Sabtu aku ke belanja sayur dan beberapa keperluan warung di Pasar Kranggan. Waktu mampir ke kios beras, eh ada beras ketan. Ya tergoda lah buat beli. Di toko itu ada 2 jenis beras ketan tapi aku lupa namanya, yang satu harganya lebih murah dan yang satunya lagi harganya lebih mahal; namanya beras ketan tolo kata mbaknya. Perbedaannya, kalau yang murah beras ketan gak bakal masak sempurna, masih ada beras yang mentah. Nah kalau tolo sendiri kata si mbak kalau dimasak bakal pulen dan hasilnya bakal matang merata.


Beli beras ketan bukan tanpa tujuan ya, udah jauh-jauh hari aku pengen banget bikin Khao Niao Mamuang alias Mango Sticky Rice. Ceritanya lagi kangen Thailand gituuu, hehe. Selain itu, mumpung musim mangga kan jadi yah kenapa gak bikin.

Mengolah beras ketan menjadi ketan yang pulen gak susah kok, gak perlu dimasak seperti memasak nasi, cukup dikukus selama kurang lebih 15 menit aja. Tapi sebelum dikukus, beras ketan perlu direndam semalaman supaya cepat matangnya. Untuk mangga, kalian bisa pakai mangga apa  aja. Mangga yang paling mendekati rasa mangga thailand ya mangga harum manis. Dan untuk sausnya aku pakai santan instan, cari praktisnya aja.

Oh ya, aslinya Mango Sticky Rice ini dikasih taburan kacang hijau sangrai. Karena kebetulan lagi gak punya kacang hijau kupas, ya aku ganti wijen aja :D

Resep Mango Sticky Rice (Khao Niao Mamuang)


Bahan-bahan:

  • 200 gr beras ketan, rendam semalaman
  • 1 lembar daun pandan, simpukan
  • 3 sdt santan instan
  • 1/4 sdt garam
  • 1 buah mangga ukuran sedang, kupas lalu potong sesuai selera
  • Wijen atau kacang hijau sangrai secukupnya

Bahan Saus Santan:

  • 100 ml santan instan
  • 50 ml air
  • 2 sdt gula pasir
  • 1 sdt maizena
  • 1 lembar daun pandan, simpulkan
  • sejumput garam

Cara Membuat:

  • Saus Santan: Masukkan semua bahan saus ke dalam panci, aduk rata. Masak campur tadi sampai mendidih dan kental. Angkat, sisihkan.
  • Panaskan kukusan. Masukkan beras ketan yang sudah di rendam dan daun pandan ke dalam kukusan. Kukus ketan selama 15 menit atau sampai ketan matang dan pulen. Jika sudah masak, pindahkan ketan ke baskom lalu masukkan santan dan garam. Aduk rata, dinginkan.
  • Sajikan ketan dengan mangga, saus santan, dan taburan wijen atau kacang hijau sangrai.



Semoga Menginspirasi!

Saturday, 25 November 2017

Osen-oseng Mercon Khas Jogja

Hai,

Kalau ditanya kuliner khas Jogja pasti jawabnya langsung gudheg, padahal banyaaak banget makanan khas Jogja; salah satu yang terkenal yaitu oseng-oseng mercon. Mercon merupakan bahasa jawa yang artinya petasan. Dinamakan demikian karena rasanya yang sangat pedas dan sensasi pedasnya seperti petasan meledak-ledak di mulut. Oseng-oseng mercon ini terdiri sesetan daging atau tetelan dipadu dengan bumbu-bumbu yang dominan dengan cabai rawit. Tidak heran kan kalau masakan ini dinamai oseng-oseng mercon.

Jika ingin mencicipi kuliner khas Jogja ini, kalian bisa mengunjungi Jalan KH. Ahmad Dahlan, Ngampilan; tidak terlalu jauh dari Malioboro. Di jalan tersebut ada beberapa penjual yang menjajakan masakan ini, namun jika ingin mencicipi pelopor sajian ini kalian bisa mengunjungi Oseng-oseng Mercon Bu Narti. Saat ini tempat makan ini dikelola oleh generasi ke-2, yaitu putri dari bu Narti sendiri. Selain oseng-oseng mercon, tempat makan ini juga menyajikan menu lain seperti ayam goreng, burung puyuh goreng, dan lele goreng. Jadi gak perlu khawatir kalau bawa teman yang ternyata gak doyan pedas. Dan jika ingin membawanya sebagai oleh-oleh, oseng-oseng mercon bu Narti ini sudah ada versi kalengannya loh. Canggih ya!

Untuk harganya, hmm selama aku kesana harganya sih standar jajanan pinggir jalan Jogja, cuma kalau aku baca beberapa review kok bilangnya kemahalan ya? Kemungkinan sih salah hitung, biasa lah kalau ramai suka kurang fokus toh. Jadi sebagai konsume jangan lupa cek lagi ya. Aku pun juga suka salah hitung kalau ngitung bill, hehe..

Nah kali ini aku mau share resep oseng-oseng mercon. Karena masak sendiri, aku juga menggunakan daging sandung lamur. Tapi kalau memang suka koyor atau tetelan sih sah-sah aja kok. Oh ya, jangan sering-sering bikin oseng-oseng mercon ya. Selain gak baik buat lambung karena pedasnya, juga kolesterolnya yang lumayan tinggi bikin tengkuk tegang. Intinya sih sesekali aja buat obat kangen :D

Resep Oseng-oseng Mercon


Bahan-bahan:
  • 200 gr daging tetelan dan daging sandung lamur, iris kecil 
  • 500 ml air
  • 1 lembar salam
  • 1 iris lengkuas
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdm gula jawa
  • 1/4 sdt merica
  • Minyak untuk menumis

Bahan Bumbu:
  • 1 siung bawang putih
  • 2 siung bawang merah
  • 25-30 buah cabai rawit (atau sesuai selera)
  • 3 buah cabai keriting
  • 1/2 sdt jahe cincang

Cara membuat:
  • Didihkan air, rebus daging tetelan sampai matang dan empuk. Sisihkan.
  • Ulek kasar bahan bumbu atau bisa menggunakan blender dgn cara “pulse” beberapa kali.
  • Panaskan minyak dalam wajan, tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan daun salam, lengkuas, garam, merica, dan gula jawa; aduk rata.
  • Masukkan daging dan air kaldu, masak sampai air menyusut.
  • Angkat, sajikan dengan nasi pulen.

Selamat Mencoba!

Thursday, 23 November 2017

Resep Bakmi Lethek Khas Bantul

Holla,

Ada yang tahu bakmi lethek dari Jogja? Mungkin gak banyak yang tahu ya dengan bakmi dari Bantul ini, karena memang kebanyakan orang hanya tahu bakmi jawa saja. Lethek artinya kotor, karena warna mie yang butek, tidak sebersih mie kebanyakan. Bakmi ini berbeda dengan bakmi kebanyakan yang proses pembuatannya yang modern, penggunaan pengawet kimi, dan juga penggunaan pewarna. Bakmi lethek ini banyak dibuat di Srandakan, Bantul, Yogyakarta; letaknya lumayan jauh dari pusat kota. Bakmi ini terbuat dari gaplek atau singkong yang dikeringkan. Proses penggilingan terbilang sangat tradisional dan unik. Gaplek diletakkan di piringan batu yang sangat besar, lalu digilas dengan batu berbentuk silinder yang sangat besar yang ditarik dengan bantuan tenaga dari sapi. Unik ya!

Mengolah bakmi lethek luyan tricky. Salah-salah mie justru menjadi lembek. Kalau kata penjual bakmi, mie tidak perku dijarang, cukup direndam dengan air dingin saja. Tetapi menurutku metode itu cocok kalau ingin membuat bakmi lethek rebus. Karena aku pengen bikin bakmi lethek goreng jadi aku bikin analogi sendiri. Kalau pakai air dingin nanti mie jadi kurang matang, masih keras; kalau dijerang dengan air panas nanti mie lembek. Jadi aku ambil jalan tengahnya yaitu pakai air hangat, jadi mie lethek direndam air hangat sebentar sampai mie sudah agak empuk tapi jika dicoba sudah terasa matang. Cucok! :D

Resep Bakmi Lethek Bantul



Bahan-bahan:
  • 100 gr bakmi lethek kering
  • 75 gr daging ayam kampung, rebus lalu suwir2
  • 2 butir telur
  • 50 gr kubis, iris kasar
  • 1 batang daun bawang, potong 1 cm
  • 3 buah cabai rawit, iris kasar (jumlah disesuaikan dgn selera)
  • 1 buah tomat ukuran sedang, potong menjadi 6
  • 3 sdm kecap manis
  • 1 sdt garam
  • 5 sdm minyak goreng
Bumbu yg dihaluskan:
  • 3 siung bawang putih
  • 1 buah kemiri
  • 1/2 sdt merica butiran
Pelengkap:
  • Bawang goreng
  • Irisan daun seledri
  • Acar
  • Kerupuk

Cara Membuat:
  • Rendam mie dalam air biasa sampai agak empuk. Angkat, tiriskan.
  • Panaskan minyak dalam wajan, masukkan telur lalu orak-arik sampai matang. Tepikan telur, masukkan bumbu halus; tumis hingga harum. Masukkan daun bawang, cabai rawit, dan tomat; masak sampai tomat layu.
  • Masukkan kubis, ayam suwir, kecap, dan garam; aduk rata. Masukkan mie, aduk rata.
  • Angkat, sajikan Mie Lethek Goreng dengan pelengkap selagi hangat.

Selamat Mencoba!

Monday, 13 November 2017

Resep Sate Ayam Bumbu Merah

Holla,

Beberapa minggu belakangan ini lagi sering banget ke Jogja Paradise karena warungku mulai pindah (lagi) ke sana daaaan gara-gara sering banget kesana aku, masku, dan mama jadi suka jajan disana. Yang jadi favorite kami akhir-akhir ini adalah sate ayam Ratu, sate ayam yang dikasih bumbu merah. Rasanya gurih, sedikit pedas, dan sedikit manis; pokoknya kami ketagihan deh.

Nah beberapa waktu lalu kami mulai jarang kesana karena renovasi sudah hampir selesai, tiba-tiba masku pengen sate Ratu tapi kalau pakai Gojek mahal diongkir; maklum rumah jauh di ujung Jogja. Ya aku inisiatif aja coba buat sendiri, mumpung di kulkas ada bahannya.

Kali ini aku sama sekali gak pakai research resep, pure pakai ilmu kira-kira. Sekali coba Alhamdulillah enak dan rasanya bisa mirip sama sate Ratu kesukaan kami. Oh ya, kali ini niat banget masaknya soalnya aku bakarnya pakai arang. Terniat memang. Tapi kalau malas nyalain arang bisa kok pakai panggangan atau pakai teflon pun oke juga.

Resep Sate Ayam Bumbu Merah 





Bahan-bahan:
  • 500 gr daging dan kulit ayam, potong dadu kecil
  • 5 buah cabai merah keriting
  • 3 buah cabai rawit
  • 2 siung bawang putih
  • 3 siung bawang merah
  • 1 sdt biji ketumbar
  • 1 sdt cincangan jahe
  • 2 lembar daun jeruk
  • 1 sdt garam
  • 1/2 sdt merica
  • 5 sdm kecap manis
  • 4 sdm minyak

Cara Membuat:
  • Haluskan cabai merah keriting, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, ketumbar, jahe, dan daun jeruk sampai halus. Beri garam, merica, kecap manis, dan minyak; aduk rata.
  • Campurkan bumbu dengan potongan ayam, diamkan selama 30 menit. Tusuk daging dan kulit secara berselang-seling dengan tusuk sate. Lalu bakar sate sampai matang.
  • Angkat, sajikan sate dengan lontong atau pun nasi.


Selamat Mencoba!

Sunday, 12 November 2017

Resep Pecel Terong

Hai,

Siapa yang suka jajan ke pecel lele? Pecel lele memang alternatif makan besar paling murah, gampang, dan aman karena rasanya dijamin enak, tapi suka was-was gak sih kalau liat minyaknya yang item? Aku sendiri juga suka was-was sih, tapi seringnya denial "sekali-kali doang, gak tiap hari juga". Pasti kalian juga begitu kan? Haha..

Akhir-akhir ini udah jarang banget nemu pecel lele yang sambelnya enak kayak jaman dulu yang katanya pake kacang mede atau kemiri. Sekarang paling seringnya kalau gak sambel bawang, sambel terasi, atau sambel tomat. Dan beberapa hari lalu aku ketemu resep sambal pecel lele yang aku maksud di Instagramnya Tastemade Indonesia. Daaan resep baru aku praktekkan kemarin siang. Seperti biasa, resep aku ubah sedikit sesuai seleraku. Oh, ya di resep aslinya mereka pakai terong ungu, tapi karena di kulkas cuma ada terong hijau jadi aku ganti. Selain itu aku juga lebih suka terong hijau karena rasanya gak langu kayak terong ungu. Lalu, penggunaan gula jawa aku skip karena tanpa gula jawa pun sudah pas sekali rasanya. Tapi balik lagi ke selera masing-masing, kalau suka agak manis boleh tambahkan gula jawa sesuai selera.


Resep Pecel Terong


Bahan-bahan:

  • 2 buah terong hijau atau ungu, potong sesuai selera
  • 6 buah cabai keriting
  • 5 buah cabai rawit (bisa dikurangi kalau kurang suka pedas)
  • 2 siung bawang putih
  • 3 siung bawang merah
  • 2 butir kemiri
  • 1 buah tomat ukuran sedang
  • 1/2 sdt terasi
  • garam
  • Minyak untuk menggoreng

Cara Membuat:

  • Panaskan minyak, goreng terong sampai kecoklatan. Angkat, sisihkan.
  • Panaskan kembali minyak, goreng cabai keriting, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, kemiri, tomat, dan terasi sampai matang. Angkat.
  • Taruh ke cobek, beri sedikit garam. Ulek sampai halus, jika suka agak manis bisa tambahkan sedikit gula jawa. Terakhir beri sedikit minyak sisa menggoreng tadi, aduk rata.
  • Sajikan sambal dengan terong goreng dan kemangi.



Selamat Mencoba!

Monday, 6 November 2017

Resep Kue Mentho Daging

Holla,

Ada yag tahu kue mentho? Mungkin agak sedikit asing di telinga ya, kue ini merupakan jajanan dari Jawa Tengah tapi sudah sulit ditemui. Jajanan ini berupa gulungan dadaran yang berisi cincangan daging berbumbu, berbalut saus santan, dan dibungkus dengan daun pisang. Rasanya gurih dan sedikit manis, cita rasa khas masakan Jawa Tengah. Kalau kata mama, mentho seperti sosis solo yang tidak digoreng. Tapi memang sih mirip sekali dengan sosis solo, bahannya pun mirip sekali.

Beberapa hari lalu kebetulan ada sisa daun pisang sisa bikin pepes dan ternyata masih ada sisa daging sapi kurban. Haha, iya daging kurban; toh masih 2 bulan, jadi daging di freezer masih bagus-bagus aja kan (bilang aja irit :p). Nah ada satu bahan nih yang belum punya yaiu kelapa. Mau ke warung sayur tapi lagi males keluar, ya sudah akhirnya pakai santan instan aja.

Ngomongin tentang santan instan, kalian punya merk santan instan favorite  gak? Kalau aku sejauh ini santan favorite-ku sih merk Klatu karena rasanya memang sangat mirip dengan santan. Ya memang santan sih, tapi menurutku gak kayak santan instan merk Kara yang wangi dan agak manis. Iya gak sih?

Oh ya, resepnya aku nyontek Sajian Sedap tapi seperti yang aku ceritakan sebelumnya, aku sedikit memodifikasi resep dengan mengganti santan murni dengan santan instan. Oh ya, telurnya juga aku tambah menjadi 2 butir karena aku pengen kulitnya lembut dan agak eggy. Untuk rasa sama gurihnya, sama wanginya kok :)

Resep Kue Mentho Daging


Bahan-bahan:

  • 25 gram tepung terigu protein sedang 
  • 50 gram tepung beras 
  • 2 butir telur 
  • 1/8 sendok teh garam 
  • 150 ml air 
  • 1 sendok makan minyak goreng 
  • Daun pisang untuk membungkus

Bahan isian:

  • 200 gr daging cincang
  • 2 iris lengkuas
  • 3 lembar daun jeruk, dibuang tulang daunnya
  • 3/4 sendok teh garam 
  • 1/4 sendok teh merica bubuk 
  • 3/4 sendok teh gula pasir 
  • 100 ml air
  • 50 ml santan instan 
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu Halus:

  • 2 siung bawang putih
  • 4 siung bawang merah
  • 2 butir kemiri
  • 1 sdt ketumbar

Bahan Saus Santan:

  • 125 ml santan instan
  • 125 ml air
  • 2 lembar daun pandan, potong-potong
  • 2 sdt tepung beras
  • 1/2 sdt garam


Cara Membuat:

  • Isian: Panaskan minyak dalam wajan, tumis bumbu halus dan lengkuas sampai harum. masukkan daging cincang, masak sampai daging masak. Masukkan daun jeruk, garam, merica, gula, air, dan santan. Masak sampai cairan menyusut. Angkat, sisihkan. 
  • Dadaran: Campurkan tepung terigu, tepung beras, dan garam dalam mangkok. Tuang air sedikit demi sedikit sampai tercampur rata, lalu masukkan telur satu persatu, aduk sampai tidak ada gumpalan. Panaskan wajan anti lengket ukuran 12 cm, olesi minyak tipis-tipis. Tuang 1 sendok sayur adonan, masak sampai dadaran matang, angkat. Ulangi sampai adonan habis.
  • Saus Santan: Campur semua bahan, masak dengan api sedang sampai mendidih dan kental. Dinginkan.
  • Peyelesaian: Ambil satu dadaran, beri satu sendok makan isian, gulung meyerupai lumpia. Ulangi sampai habis. Letakkan 2 gulungan dadaran diatas daun pisang, beri 2 sendok makan kuah santan, bungkus. Ulangi sampai adonan habis.
  • Panaskan kukusan, kukus kue mentho daging selama 15 menit. Angkat, sajikan.

Selamat Mencoba!