Thursday, 10 August 2017

Sambal Raja dari Kutai, Kalimantan Timur

Ada yang pernah dengar masakan ini? Terdengar asing ya ditelinga, karena ternyata di tempat asalnya pun udah jarang keberadaannya, hanya di acara tertentu masakan ini muncul. Jujur, sebelumnya aku juga belum pernah dengar dengan sajian ini. Sampai akhirnya aku makan di rumah makan Bu Ageng di Jalan Tirtodipuran, salah satu sambal andalannya adalah Sambal Kutai ini. Saking andalannya, mereka juga menjual sambal Kutai dalam bentuk kalengan. Yang belum tahu rumah makan Bu Ageng, tempat makan ini adalah salah satu lokasi syuting AADC.

Rasanya enak juga, hampir seperti sambal terasi yang dicampur dengan tempe, kacang panjang, dan petai. Yah seperti biasa, aku peasaran untuk bikin sendiri. Sebelum aku coba bikin, aku selalu research dulu sama calon masakanku ini. Sambal ini biasa disebut dengan naman Sambal Raja atau Sambal Kutai, berasal dari Kutai, Kalimantan Timur. Biasanya disantap dengan nasi Bakepor alias nasi liwet khas Kutai (berdasarkan dari sumber yang aku baca)

Berdasarkan temuanku di internet, ternyata sambal Kutai ini banyak versinya; ada yang pakai udang, telur rebus, pakai petai. Tapi intinya sama sih, sambal terasi dikasih jeruk sambal dicampur dengan tempe, terong goreng, kacang panjang dan bawang merah goreng.

Untuk sambal Kutai yang aku buat, aku pakai tempe goreng, terong goreng, kacang panjang, dan pete; gak pakai bawang merah goreng karena..kelupaan. Hehe..

Resep Sambal Raja/ Kutai

Bahan-bahan

  • 1 buah terong ukuran sedang, potong dadu
  • 1/2 papan tempe, potong korek api
  • 3 lonjor kacang panjang, potong 1 cm
  • 1 papan pete, ambil isinya
  • minyak untuk menggoreng
  • 1 buah jeruk limau atau jeruk sambal


Bumbu Halus:

  • 5 buah cabai keriting
  • 3 buah cabai rawit
  • 3 siung bawang merah
  • 1 siung bawang putih
  • 1/2 sdt terasi matang
  • 1/2 buah tomat ukuran sedang
  • garam dan gula secukupnya
  • minyak untuk menumis


Cara Membuat:

  • Panaskan minyak, goreng tempe sampai berwarna keemasan. Masukkan kacang panjang, goreng sampai tempe kecoklatan. Angkat, sisihkan.
  • Goreng terong sampai kecoklatan. Angkat, sihkan.
  • Tumis bumbu halus sampai wangi, masukkan pete. Masak sampai pete layu. Masukkan tempe, kacang panjang, dan terong yang sudah digoreng. Kucuri dengan air jeruk sambal sesuai selera, aduk rata.
  • Sajikan.

Selamat mencoba!

Wednesday, 9 August 2017

Rendang Ceker Ayam

Hai,

Sebenarnya sih pengen share resep dari minggu lalu, tapi karena internet ngadat melulu jadinya baru share hari ini deh.

Minggu lalu si mbak yang bantu-bantu rumah belikan kami ceker ayam gendut-gendut setengah kilo. Wah seneng banget nih dapet ceker gendut-gendut, banyak pula. Kalau dioseng kayaknya biasa aja ya, nah berhubung aku anaknya agak out of the box, jadinya aku olah si ceker ayam ini pake bumbu rendang. Kayaknya belum ada yang kepikiran kan bikin rendang ceker ayam? Hehe..

Oh ya, sebelumnya aku juga pernah share resep olahan ceker ayam loh. Ada Oseng Ceker Lombok Ijo sama Mie Ayam Ceker Pedas loh, monggo bisa dicek ke TKP :D

Resep Rendang Ceker Ayam


Bahan-bahan:
  • 500 gr ceker ayam, bersihkan
  • 1 ruas jahe, geprek
  • air untuk merebus
  • 1 lembar daun kunyit, simpulkan
  • 250 ml santan kental
Bumbu Halus:
  • 8 buah cabe keriting
  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 1/2 sdt ketumbar
  • 1 ruas kunyit, bakar sebentar, bersihkan
  • 1 ruas jahe
  • 1 sdm lengkuas cincang
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1 sdt garam
  • minyak untuk menumis
Cara Membuat:
  • Rebus ceker ayam bersama jahe sampai cukup empuk. Angkat, tiriskan.
  • Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan santan dan daun kunyit, rebus sampai mendidih.
  • Masukkan ceker ayam, beri sedikit air. Masak sampai kuah mengental.
  • Angkat, sajikan.

Selamat mencoba!

Saturday, 17 June 2017

Tahu Walik, Gorengan Kekinian

Akhir-akhir ini ada gorengan yang lagi banyak dibicarain di Jogja. Bukan, bukan gorengan XXI, tapi Tahu Walik Om Ta. Sering banget gak sih akhir-akhir ini liat postingan Tahu Walik Om Ta di instagram foodgramer Jogja. Penasaran sih sebenernya, cuma katanya antrinya udah kayak antri sembako diskon, panjaaaang. Jadi udah males duluan mau kesana. Bisa sih pesen di Gojek, tapi cuma buat gorengan yg habisnya cuma beberapa ribu masa pake Gojek. Rugi dong :p

Kebetulah @bunda_didi pernah posting tahu walik di instagramnya, akhirnya aku manjat ke blognya. Awalnya pengen ngikutin resep Tahu Walik Isi Ayam-nya Diah Didi, karena menurutku kayaknya bakal agak kekentalan dan juga aku gak mau pake putih telur (anaknya sotoy, haha), ya akhirnya aku modif lagi deh.

Aku gak pake daging ayam bagian dada, aku pakai bagian paha sama kulit ayam biar lebih gurih. Lalu takaran air juga aku banyakin dan aku gak pake putih telur. Hasilnya enaaaak, kulit tahunya krenyes-krenyes dan isiannya kenyel-kenyel gurih. Hampir mirip batagor sih kalau menurutku.

Resep Tahu Walik



Bahan-bahan:

  • 10 buah tahu pong ukuran sedang (aku pakai tahu pong segitiga)
  • 100 gram daging ayam cincang
  • 75 gr tepung tapioka
  • 2 siung bawang putih, haluskan
  • 100 ml air dingin
  • 1 batang daun bawang, iris halus
  • 1/4 sdt garam
  • 1/8 sdt merica
  • 1/4 sdt gula pasir
  • Minyak untuk menggoreng


Cara Membuat:

  • Potong tahu menjadi 2, lalu lipat kedalam.
  • Campur semua bahan kecuali tahu, aduk rata. Isikan adonan ke tahu, ulangi sampai adonan habis.
  • Panaskan minyak, goreng sampai berwana keemasa. Angkat, sajikan dengan saos sambal atau cabe rawit.

Selamat mencoba!

Resep Es Pisang Ijo

Hai,

Kali ini aku mau share resep Es Pisang Ijo. Jujur nih, sebenarnya aku mau share udah kapan lalu tapi selalu gak sampai selesai ngetiknya. Mau basa-basi apa gitu tapi selalu berakhir "apaan sih?" atau "kowe ki nulis opo nduk". Haha jujur banget aku :p

Baiklah, ini resepnya!


Resep Es Pisang Ijo



Bahan-bahan Pisang Ijo:

  • 4 buah pisang raja
  • 40 gram tepung beras
  • 40 gram tepung sagu
  • 10 gram gula asir
  • 120 ml santan kental
  • 100 ml air
  • 3 tetes pasta pandan
  • sejumput garam

Bahan Bubur Sumsum:

  • 20 gram tepung beras
  • 100 ml santan kental
  • 15 gram gula
  • sejumput garam

Pelengkap:

  • Serutan es batu
  • sirup cocopandan
  • susu kental manis


Cara Membuat:

  • Pisang Ijo : Campur semua bahan Pisang Ijo kecuali pisang raja. Taruh di panci, jerang adonan sampai mengetal dan kalis. Angkat, dinginkan.
  • Bagi adonan menjadi 4, ambil adonan, pipihkan diatas plastik atau daun pisang. Taruh pisang, bungkus. Ulangi sampai adonan habis.
  • Panaskan kukusan, kukus pisang ijo selama 15 menit. Angkat, dinginkan.
  • Bubur Sumsum : Campur semua bahan bubur sumsum, masak adonan sampai mengental. Angkat, dinginkan.
  • Penyelesaian: Potong pisang ijo, susun pisang ijo, bubur sumsum. Beri es serut, sirup, dan susu kental manis diatasnya sesuai selera. Sajikan.

Tipsnya nih, supaya gak lengket waktu membungkus pisang, tangan bisa diberi minyak tipis-tipis. Dan kalau gak dapat pisang raja, bisa pakai pisang kepok kuning.

Selamat mencoba!

Monday, 29 May 2017

Resep Arem-arem Indomie Kari Pedas

Holla..

Lumayan lama nih aku gak share resep, soalnya bingung juga sih mau share resep apa. Akhir-akhir ini pun kalau masak gak pernah nyatetin resepnya. Seperti minggu lalu aku bikin American Cheesecake pakai selai rosella, berhasil sih tapi resepnya asal aja, gak dicatet pula. Kebiasaan jelek :p

Kali ini aku mau share resep yang aku masukin ke Kompetisi Indomie Uniqmie, jadi upload resep kreasi pake produk indomie. Aku sempat upload 6 resep tapi sayang gak satu pun masuk ke 10 besar, hiks. Tapi gak apa-apa, yang penting kan udah mencoba, lagi pula bisa jadi stok resep buat dishare di blog kan?

Nah resep yang aku share kali ini adalah resep kreasi indomie yang terfavoritnya mama, yaitu Arem-arem Indomie Kari Pedas. Indomie yang aku pake yaitu rasa Ayam Kari. Kenapa? Karena rasanya yang paling cocok kalau dibuat arem-arem, kalau rasa ayam bawang kurang unik. Untuk isiannya aku buat pedas, tapi kalau kurang suka pedas bisa dikurangi cabenya.

Resep Arem-arem Indomie Kari Pedas

Bahan-bahan:
  • 2 bungkus Indomie Rasa Kari
  • 75 ml santan kental
  • daun pisang untuk membungkus

Bahan Isian:
  • 125 gr daging ayam cincang
  • 50 gr wortel, potong dadu kecil
  • 2 buah cabe keriting, iris halus
  • 2 buah cabe rawit, iris halus
  • 1 batang daun bawang, iris halus


Cara Membuat:
  • Isian: Panaskan wajan, masukkan 2 bungkus minyak bumbu, tumis potongan cabai keriting dan cabai rawit sampai layu. Masukkan daging cincang giling, 1 bungkus bumbu indomie, dan bungkus cabe bubuk. Masak sampai daging ayam matang, beri sedikit air. Terakhir masukkan daun bawang, aduk rata. Matikan api, sisihkan.
  • Rebus mie sampai matang, tiriskan. Campurkan mie, 1 bungkus bumbu, dan santan kental, aduk rata. Ambil 1 lembar daun pisang, taruh 2 sendok makan adonan mie, ratakan. Beri 2 sendok isian, lalu timpa dengan 1 sendok makan adonan mie. Padatkan lalu gulung daun pisang, lipat kedua ujung daun, sematkan lidi ke dua ujungnya. Ulangi langkah tersebut sampai adonan habis.
  • Panaskan Kukusan, kukus arem-arem mie sampai matang. Angkat, sajikan.

Selamat Mencoba!


Monday, 10 April 2017

Cerita Pagi: "Gak Perlu Sekolah Tinggi-tinggi Buat Jadi Tertib"


Selamat pagi..

Cerita ini berawal dari perjalananku dari apartment ke Stasiun Gambir minggu lalu. Aku naik GoCar dengan sopir bernama Pak Aseng. Diawal perjalanan kami saling diam karena aku bukan tipikal yang langsung membuka pembicaraan dan Pak Aseng sepertinya agak kesal karena aku keluar agak lama karena "kena macet" lift.

Sampai diperempatan ada pengendara motor yang ngawur, belok kanan tanpa liat kiri kanan dulu. Tiba-tiba Pak Aseng nyeletuk "Astaga, belok ya liat kiri-kanan dulu toh. Udah gak pake sen, beloknya ke tepian kanan pula. Duh". "Wah iya ya pak, keburu-buru. Mungkin anaknya udah telat sekolahnya", kataku. Pak Aseng geleng-geleng kepala. "Ya kalau keburu-buru semua juga buru-buru pengen cepet sampai mbak. Tapi itu loh yang saya heran, gak tertibnya itu. Bawa anak pula..". Beliau diam sebentar. "Saya heran orang-orang pengen Jakarta gak macet, tapi merekanya sendiri gak tertib. Jadi tertib gak harus pinter-pinter banget kok. Gak perlu sekolah tinggi-tinggi buat jadi tertib..".

Jleb! Kata-kata itu kayak nancep banget di kepala. Dan ya, jadi tertib gak perlu sekolah tinggi-tinggi, cukup dengan kesadaran diri sendiri. Solusi kemacetan Jakarta adalah ketertiban warganya. Jadi kalau ingin perubahan yang besar kita harus merubah diri kita sendiri dahulu. Bukan perkara yang "besar" yang perlu dibenahi, tetapi yang "kecil" dulu yang perlu dibenahi.

Dan mungkin ini yang menjadi sebab kenapa perubahan besar dalam hidup belum juga terwujud. Semoga kita bisa berubah menjadi tertib dan disiplin ya demi masa depan yang lebih baik :)

Birthday Meatloaf "Cake"

Birthday Surprise..

Identik dengan kue tart dan lilin. Pasti kalian kalau kasih surprise ulangtahun ke keluarga, sahabat, atau pun pacar langsung kepikiran untuk kasih tart kan? Aku puuuun, soalnya praktis, tinggal beli di toko kue, bentuknya juga macem-macem, dan kelihatan niat kasih surprise-nya, hihi. Tapi gimana kalau orang yang ulang tahun gak suka tart?

Nah hal ini pernah aku alami pertengahan tahun lalu, pacar teman kakakku pengen kasih surprise ulang tahun, yang dibawa bukan tart tapi pizza. Katanya pacarnya itu gak suka tart, suka mau muntah kalau makan cream-nya. Lah, bisa gitu ya?

Aku jadi kepikiran ada gak sih savoury cake yang gak pakai cake frosting? Ternyata banyak juga setelah aku googling. Kebanyakan frosting cake diganti dengan mashed potato, pumkin puree, mashed sweet potato, dan lain sebagainya. Satu yang bikin aku tertarik yaitu Birthday Meatloaf Cake dari Martha Stewart, sampai akhirnya aku nyobain deh kemarin minggu.

Martha Stewart pakai 5 pounds daging cincang untuk satu resepnya, kalau dikiloin berarti sekitar 2 1/4 kg. Buanyak bangettt, padahal di rumah cuma bertiga, belum lagi makannya gak bisa banyak-banyak. Biasanya kan aku bikin setengah resep originalnya, tapi kalau dipikir-pikir masih banyak juga ya kalau setengah resep. Oke bikin seperempat resep aja! Eh tapiii ditengah rencana akhirnya resep cuma aku pakai buat referensi aja.

Ya seperti biasa aku akhirnya pakai ilmu kira-kira. Umm, untuk resep kali ini aku minta maaf banget karena gak terlalu detail untuk ukuran bahan-bahan-nya. At first I tried to measure all the ingredients but in the end I decided to eyeballing all the ingredients without measuring them. Muehehe..

Resep Birthday Meatloaf "Cake"


Bahan-bahan Meatloaf:
  • 250 gr daging sapi cincang
  • 150 gr daging ayam cincang
  • cincangan bawang bombay
  • 5 sdm tepung roti
  • 2 butir telur
  • 2 sdm cincangan daun parsley
  • 1 sdt Worcestershire sauce
  • susu cair sedikit
  • garam dan merica
  • margarine atau butter untuk olesan loyang

Bahan olesan:
  • saus tomat
  • blackpepper
  • bawang putih bubuk

Pelengkap:
  • mashed potato
  • rebusan potongan wortel, brokoli, dan buncis
  • saus BBQ


Cara Membuat:
  • Campur semua bahan-bahan meatloaf, aduk rata, bagi dua bagian. Olesi 2 loyang bundar berdiameter 14 cm dengan margarine atau butter. Masukkan adonan ke dalam loyang, ratakan.
  • Panaskan oven. Olesi adonan dengan saus olesan sampai rata. Panggang meatloaf selama 30-45 menit. Setelah matang angkat, dinginkan.
  • Penyusunan: taruh satu meatloaf, beri mashed potato, ratakan. Taburi dengan potongan sayuran rebus, timpa dengan meatloaf. Tutupi permukaan tumpukan meatloaf dengan sisa mashed potato.  Terakhir hias Meatloaf Cake sesuai selera.
  • Sajikan Meatloaf Cake dengan saus BBQ dan potongan sayur.


Resep ini cukup tricky sih, semua komponen harus benar-benar sudah dingin, baru bisa disusun seperti cake. Belum mashed potato gak bisa terlalu padat atau terlalu creamy, konsistensinya harus pas. Dan yang PR banget adalah waktu memotongnya, ujung pisau harus ditancapkan dulu di tengah-tengah "cake" lalu potong pelan-pelan. Kalau asal potong nanti hasilnya bakal gak rapi, mashed potato bakal "mletot" gak karuan. Kalau liat Martha Stewart di Youtube-nya kayaknya gampang banget motongnya, pas dicoba alamaaak tricky cekaliiii~

Kalau pengen gak repot sih gak usah disusun seperti cake juga oke-oke aja kok, cukup seperti meatloaf kebanyakan. Tapiii kalau kamu anaknya ambisus kayak aku, boleh lah di coba.

Selamat mencoba!


Tuesday, 4 April 2017

Remakes Recipe : Chizza KFC

Hai semua...

Lumayan lama ya aku gak sharing resep. Sebenarnya sih aku ada beberapa resep yang mau aku share disini, tapi karena resepnya masih buat kompetisi jadi tertunda deh. Oh ya kompetisi yang aku ikuti itu dari Indomie Uniqmie. Sejauh ini aku udah ngirim 4 resep dan kayaknya bakal nambah lagi. Hehe anaknya ambius banget sih :p

Ah anyway, kali ini aku mau share resep Chizza alias chicken pizza. Kalian pasti udah gak asing lagi dong dengan menu KFC ini. Walaupun ternyata menu baru KFC ini gak sempat mampir ke Indonesia, tapi menu ini cukup dikenal oleh netizen Indonesia. Yaaa gara-gara foodgramer Indonesia heboh posting foto Chizza kaaan, eh ternyata menu ini available di Singapore. Siapa yang sempat ngira Chizza bakal masuk ke Indonesia? (aku aku aku!!)




Chizza Thailand


Sebelum di Singapore, Chizza sempat populer di Jepang, India, Philipine, dan juga Thailand. Tiap negara pun berbeda-beda penyajiannya dan toppingnya, tapi konsepnya kurang lebih sama. Dada ayam goreng tanpa tulang, marinara sauce atau saos tomat, keju mozarella, salami atau peperoni, dan aneka topping sayuran. Karena menu ini lumayan populer di Philipine, Kfc sampai bikin versi lain loh yaitu pakai triple cheese. Yaa mirip-mirip lah sama Chizza Thailand, cuma kejunya ada 3 macam.

Chizza Singapore yang bikin orang Indonesia heboh, lol


Beberapa waktu lalu, sebulan lalu tepatnya, aku coba untuk bikin Chizza. Sebelum coba bikin, seperti biasa aku research sedikit di youtube dan beberapa food blogger, paling membantu sih iklan-iklan Chizza dari KFC sih. Seperti yang aku bilang sebelumnya, negara-negara yang pernah disinggahi Chizza punya topping berbeda-beda. Kali ini aku tiru Chizza model Philipine karena toppingnya paling menarik, komplit, dan colourfull, ehee..

Untuk resep ayamnya aku pakai resep aku sebelumnya, resep buttermilk fried chicken ala KFC. Boleh diintip-intip dulu sebelum bikin Chizza..


Resep Chizza (Chicken Pizza)


Bahan-bahan:

  • 2 buah dada ayam, belah menjadi dua jangan sampai putus
  • 1/2 resep buttermilk fried chicken
  • marinara sauce (atau bisa diganti saus tomat)
  • keju mozarella parut
  • potongan dadu parika hijau
  • potongan nanas
  • smoked beef, potong bulat dengan cookie cutter

Cara membuat:

  • Siapkan bumbu rendaman buttermilk. Masukkan dada ayam, rendang selama kurang lebih 30 menit atau sampai semalam.
  • Campur bahan pelapis. Piasahkan ayam dengan bumbu rendaman. Gulingkan ayam ke tepung pelapis, tekan-tekan. Celupkan ayam yang sudah dilapisi tepung ke dalam bumbu rendaman, lalu gulingkan kembali ke tepung. Ulangi cara ini.
  • Panaskan minyak dengan api sedang, goreng ayam sampai cokelat keemasan. Angkat, sisihkan.
  • Panaskan oven, gunakan api atas. Susun ayam di loyang, beri saus marinara, sedikit keju, smoked beef, potongan paprika, dan potongan nanas. Tabur keju mozarella diatasnya. Panggang ayam diatas rak oven paling atas sampai keju meleleh.
  • Angkat, sajikan hangat.

Sekarang udah tahu cara buatnya kan? Gak perlu jauh-jauh ke Singapore atau berharap KFC masukin menu Chizza ke Indonesia lagi, toh udah bisa bikin sendiri, Hihi..

Selamat mencoba!


Wednesday, 22 February 2017


Ketika diperjalanan aku berfikir..

Kita gak bisa selalu memuaskan semua orang.

Gak semua orang bisa menerima kebaikan kita, gak semua orang bisa menerima kepribadian kita, gak semua orang bisa paham apa yang kita rasakan. Dan gak semua orang bisa menerima keberadaan kita.

Hey jangan buru-buru kecewa, kita hidup untuk memberi kebaikan bukan memuaskan mereka sehingga bisa diterima. 

Tidak apa-apa jika tidak diterima. Hidup masalah pilihan kok, kalau tidak diterima ya tetap lanjutkan hidup. Tetap memberikan kebaikan tanpa perlu memikirkan kepuasan mereka.

And always be grateful!

I'm (not) Fine

Gambar diambil dari sini

Akhir-akhir ini aku suka mewek sendiri setiap sendirian, gak lihat tempat gak lihat kondisi. Ya, cuma waktu sendirian aja.

Setelah kepergian papa ini, aku jadi lebih sensitif, lebih tertutup (padahal sebelumnya juga uda tertutup), dan selalu berusaha untuk kelihatan "gak apa-apa". Aku bisa tahan untuk gak mewek di depan orang-orang yang aku kenal, tapi kalau sudah mulai mau mewek aku langsung kabur ke kamar mandi atau kamar buat nangis.

Pernah aku nangis mewek di supermarket gak selesai-selesai. Untung supermarketnya lumayan besar dan gak terlalu ramai. Akhirnya aku mojok buat puas-puasin nangis di sektor peralatan dapur yang jarang orang ke sektor tersebut. Sesekali aku jalan mondar mandir supaya gak ketahuan kalau lagi mewek. Setelah puas nangis, baru deh kembali belanja.

Sampai akhirnya aku paham, aku sedang ada di dalam proses self healing, tanpa sadar sebenarnya aku sedang patah hati, sedang sakit hatinya. Aku patah hati karena kepergian papa yang sangat mendadak, kecewa karena belum bisa mewujudkan keinginan-keinginan papa, sedih karena beberapa teman yang ternyata diluar ekspektasi ketika aku berada diposisi bawah roda kehidupan, sedih karena harus lihat mama yang sesekali nangis kalau kangen papa, dan masih banyak masalah lainnya. 

Ya, aku paham sekarang ternyata sebegitu sakit hati aku. Sebegitu banyak luka yang aku dapat hanya dalam waktu 2 bulan.

Tapi tidak apa-apa, itu hal yang normal kok. Tuhan gak akan ngasih ujian yang gak bisa dilewati hambanya, toh? Dan keputusan Tuhan itu sudah keputusan final, keputusan terbaik dari yang terbaik. Ini ujian dari Tuhan yang akan menguatkanku. Yang kelak aku bakal senyum bangga karena bisa melewati semuanya.

Obat patah hati itu sederhana, cukup dengan banyak berdoa, bersabar, nerimo, dan banyak-banyak bersyukur. Ah semoga aku bisa melewati semuanya, aku selalu percaya Setelah badai dahsyat, pasti akan ada pelangi, namun tetap ada longsor dan banjir. Tetapi setelah semua hal tersebut terjadi, pasti akan ada tanah yang subur, persediaan air yang melimpah, dan banyak hal yang membahagiakan lainnya. Ya, terkadang mendapatkan kebahagiaan bisa serumit itu.

Ah doakan supaya aku bisa melewati semuanya ya!

Have a great day!

Sunday, 29 January 2017

Remakes Recipe : Resep Sate Taichan

Well,

Sate Taichan dari beberapa bulan lalu memang sedang jadi trend jajanan di Jakarta dan juga di Jogja. Ya, sate taichan juga sudah masuk di Jogja. Awalnya aku kira sate taichan sama seperti yakitori alias sate ayam jepang. Pernah waktu itu Oppai Yakitori masuk ke Jogja, aku pikir sate taichan sama yakitori itu sama kan, temenku tanya ke aku, ada yang jual sate taichan enggak di Jogja. Dengan sotoynya aku bilang ada, aku nunjukin gerainya Oppai. Hahaha sok tau banget!

Sampai akhirnya waktu perjalan pulang dari warung, eh ada yang jualan sate taichan. Yaudah mampir deh, sekalian penasaran kan sama makanan yang lagi hits di Jakarta waktu itu. Waktu aku pesan ditanya lah sama pelayannya mau pedas sedang atau pedas banget, ya aku pedas aja. Nah ini yang bikin aku bingung, pelayannya tanya mau pakai lontong atau nasi. Loh kok bukannya pakai onigiri? Yaudah aku pesan lah pakai lontong.

Gak sampai 15 menit pesananku sampai, langsung deh aku bengong. Kok begini bentuknya? Sate ayam pucat tanpa bumbu kecap atau sebangsanya, diatasnya pakai sambal bawang, lontong, dan potongan jeruk limau. Masih bengong sambil mikir, ini beneran sate taichan? But thank you Larry Page for making such a genius website! Aku googling itu si sate taichan karena selama ini aku taunya sate taichan ya semacam yakitori si sate jepang itu. Eh beneran sate taichan emang kayak yang tersaji di depanku.

Sambil ketawa geli, aku coba deh si sate taichan itu. Mirip-mirip sate klathak ya, sama-sama minim bumbu cuma beda daging aja. Rasanya ya pedes, lumayan lah. Cuma yang mengecewakan, ayamnya masih sedikit mentah. Sebenernya pengen minta dipanggang lagi tapi bumbunya udah keburu nyebar ke satenya, jadi ya pasrah aja.

Sate taichan ini ternyata memang bukan sate ayam Jepang. Aku baca di kompas kalau gak salah, pelopor sate taichan ada di daerah Senayan, Jakarta. Sate ini ditemukan karena pelanggannya pengen bikin sate sendiri, kebetulan orang Jepang. Si pelanggan ini cuma membumbui satenya dengan garam dan jeruk nipis, dibakar, lalu dihidangkan dengan sambel. Waktu pemilik warung tanya nama satenya, si pelanggan bilang "Taichan". Kesimpulannya, sate taichan bukan sate Jepang. Oke..

Karena masih belum puas sama sate taichan yang aku coba sebelumnya, aku putuskan untuk bikin sendiri. Sebelum mencoba bikin sendiri, aku cari info tentang sate taichan ini, dari tempat-tempat yang menjual sate taichan, penampakan satenya, dan resepnya. Ternyata banyak versi nih, ada yang pakai sambel bawang mateng ada juga sambal bawang mentah. Ada juga yang disajikan dengan bumbu penyedap Royco serbaguna (kalau dilihat dari gambarnya). Nah yang bikin aku shock adalah beberapa gerai menyajikan sate taichan dengan pilihan kematangan, medium atau well-done. But my friends, never ever eat raw chicken even medium-well. Daging ayam dan daging sapi atau lamb itu berbeda, kalau kalian makan daging ayam mentah atau setengah mateng bisa-bisa kalian sakit perut karena bakteri salmonela! I won't explain about it, you can google it if you wonder..

Setelah aku cek web sana sini, akhirnya kuputuskan untuk coba resep sendiri. Aku pakai daging bagian paha karena lebih juicy dan gurih dibandingkan dada. Tapi kalau mau pakai dada ayam juga boleh kok, ya kembali ke selera kan?

Resep Sate Taichan



Bahan-bahan:


  • 500 gr daging ayam bagian paha, potong dadu
  • 1 siung bawang putih
  • 1 sdt garam
  • 1/4 sdt merica
  • 1 sdt air jeruk nipis
  • minyak untuk olesan

Cara Membuat:

  • Lumuri ayam dengan bumbu sampai merata, tusuk daging ayam. Satu tusuk berisi 4-5 potong ayam. Diamkan kurang lebih 15 menit.
  • Bakar sate sampai ayam matang.
  • Sajikan sate taichan dengan sambal bawang, jeruk nipis, nasi hangat atau lontong.


Resep Sambal Bawang

Bahan-bahan:


  • 2 siung bawang putih
  • 3 siung bawang merah
  • 12 buah cabe rawit merah
  • 1/4 sdt garam
  • sejumput gula
  • 4 sdm minyak kelapa atau minyak goreng

Cara Membuat:

  • Haluskan semua bahan, panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum. Angkat. Sajikan dengan Sate Taichan.

Selamat mencoba!


Friday, 13 January 2017

Martabak Manis (Lagi)

Nah lagi-lagi aku gak ada niatan untuk share, tapi terlalu sayang kalau disimpan sendiri..

Sebelumnya aku pernah share Resep Martabak Manis yang aku comot dari resepnya +Kokiku Tv , hasilnya berbeda dengan martabak manis yang biasa dijual di pinggiran jalan. Teksturnya lebih seperti pukis. Enak kok, cuma karena terbiasa dengan martabak manis yang berserat macam di pinggir jalan jadinya kayak kurang puas.

Beberapa waktu lalu aku buka instagram @retnohening, disana beliau mengunggah foto martabak manis buatannya dan mencantumkan resepnya. Resep ini berbeda dengan resep yang pernah aku post sebelumnya, tidak pakai ragi untuk pengembangnya. Yap, yang biasa dijual dipinggiran jalan itu enggak pakai ragi, hanya pakai baking powder dan baking soda saja. Makanya teksturnya bisa berongga-rongga seperti itu.

Nah jadi ceritanya kemarin sore aku dan mama pengen banget makan martabak manis, tapi males banget mau keluar karena di luar sedang hujan dan angin lumayan gede. Akhirnya aku putuskan buat bikin sendiri aja, mumpung sedang mood pengen praktekin resep ibuknya Kirana. Resepnya gak ketiplek aku contoh, ada beberapa takaran yang aku ubah seperti gula dan air. Taburan gula juga aku tiadakan karena menurutku susu kental manis sudah cukup manis. Martabaknya pun aku beri perasa pandan, dikasih sedikit jagung pipil, dan diberi keju untuk isiannya, persis martabak yang dibeilkan ibunya mantanku dulu (eaaa..).

Surprisingly, teksturnya persis dengan yang dijual dipinggiran jalan, malah lebih lembut. Aku membuatnya cuma pakai teflon aja enggak pakai loyang martabak loh..

Resep Martabak Pandan Jagung Keju (Tanpa Ragi)


Bahan-bahan:
  • 8 sdm munjung tepung terigu serbaguna
  • 2 sdm gula pasir
  • 1/4 sdt baking powder
  • 1/4 sdt baking soda
  • 170 ml air hangat (suam-suam kuku)
  • 1 butir kuning telur
  • 1/2 sdt perisa pandan
  • 2 sdm jagung manis pipil
Isian:
  • Parutan keju
  • Susu kental manis
Cara Membuat:
  • Campur terigu, gula, baking powder, baking soda, dan garam dalam baskom. Masukkan sedikit demi sedikit air hangat, aduk rata. Masukkan kuning telur dan perisa pandan. Aduk rata. Masukkan jagung manis pipil aduk asal rata. Diamkan selama 30 menit.
  • Panaskan teflon dengan api sedang. Tunggu sampai teflon benar-benar panas.
  • Setelah panas, masukkan adonan martabak tadi, putar teflon agar terbentuk pinggiran tipis. Tunggu hingga permukaannya bergelembung dan sedikit agak matang. Taburi sedikit gula (kalau aku tidak pakai). Tutup teflon, masak hingga permukaan martabak matang.
  • Jika sudah matang, angkat. Olesi margarine, parutan keju, dan susu kental manis. Potong jadi dua lalu tumpuk. Olesi permukaan atas dengan margarine, potong.
  • Sajikan.

Yaaa, semudah itu. Gak perlu memakai mixer atau pun whisker, pakai sendok pun jadi loh, asal jangan sampai over mixing, asal rata aja. Perisa pandan bisa kamu ganti dengan perisa apa aja atau bisa kamu tiadakan. Jagung manis juga boleh ditiadakan juga kalau pengen kulit martabak polosan. Teflon yang aku pakai berdiameter 24 cm, ketebalan martabak yg dihasilkan kurang lebih 2,5 cm. Gak terlalu tebal, gak terlalu tipis.  Kunci keberhasilan dari resepnya ini sih sebenarnya mohon agak sedikit bersabar menunggu wajan sampai benar-benar panas. Beri sebutir-dua butir gula diatas wajan, jika gula sudah cepat lelehnya itu artinya wajan sudah siap.

Dan sekian untuk resep ini, maafkan foto gak menarik karena memang gak ada rencana resep ini dimasukkan ke blog. Kalau ada pertanyaan, bisa taruh di kolom komentar ya.

Selamat Mencoba!


Wednesday, 4 January 2017

Kue Nagasari Nan Legit

Hey hoo,

Lama sekali aku gak nge-blog nih, ah banyak banget hal yang terjadi sampe-sampe gak sempat update blog. Ah pertama-tama, Selamat Tahun Baru 2017! May this year brings us greater heights of success and prosperity! Aamiin...

Dipenghujung tahun 2016 kemarin alhamdulillah dapat banyak sekali pisang. Dari pisang ambon, pisang mas, dan paling banyak pisang kepok. Yang pertama dikasih si mbak dari kebon di rumah simboknya, lumayan satu sisir dan gendut-gendut. Belum habis pisang kepok dari si mbak eh sepupu bawa pisang kepok satu tandan dari rumah Kebumen. Dan di hari yang sama dikasih hasil panennya dari tetanga depan rumah, dan betul sekali satu sisir pisang kepok. Alhamdulillah sugih pisang kepok :))

Selama beberapa minggu kemarin hampir setiap hari ada olahan pisang, dari pisang goreng, pisang bakar, roti pisang, sampai puding pisang roti. Untungnya lagi sering banyak kerabat yang berkunjung ke rumah, jadi cepet habis. Walau pun sudah diolah bermacam-macam, tapi kemarin ternyata masih sisa satu setengah sisir pisang kepok dan sebagian sudah sedikit busuk karena saking lamanya. Masih ada beberapa buah pisang yang bisa diselamatkan, walau pun yah sudah mulai buruk rupa.

Beberapa waktu lalu aku berencana coba bikin Sate Taichan pakai lontong, tapi ada aja alasan buat gak jadi bikin, padahal bahan udah ada semua loh termasuk daun pisang buat bungkus lontong. Lihat daun pisang yang sudah 3 hari dan sudah mulai layu, ah jadi punya ide buat bikin Kue Nagasari.

Awalnya gak ada niatan buat share resep ke blog, karena kayaknya gak terlalu menarik buat dishare di blog. Eh setelah dibikin, loh kok enak, sayang banget kalau resepnya gak dishare di blog. Resepnya aku comot dari mana aja, terus aku simpulin sesuai kebutuhan dan mood. Beberapa resep pakai 2 macam santan, adonan tapioka dan tepung beras dimasak terpisah, ah ribet! Akhirnya aku pakai caraku sendiri yang gak ribet tapi hasilnya TOP! 

Anyway, berhubung dari awal gak ada niatan buat dishare di IG apa lagi di blog jadi fotonya yaaa seadanya. Hehe..

Resep Kue Nagasari


Bahan-bahan:

  • 600 ml santan agak kental dari 1/2 butir kelapa ukuran besar
  • 2 lembar daun pandan, potong-potong
  • 150 gr tepung beras
  • 75 gr tepung tapioka
  • 80 gr gula pasir
  • 1/2 sdt garam
  • 4 buah pisang kepok, potong 1 cm (lebih enak pisang raja)
  • daun pisang untuk membungkus

Cara Membuat:

  • Rebus santan bersama daun pandan dengan api kecil sambil diaduk-aduk sampai santan cukup panas (belum sampai mendidih). 
  • Campur tepung beras, tepung tapioka, gula, dan garam di wadah yang berbeda. Masukkan santan hangat sedikit demi sedikit, aduk rata. Kembalikan campuran tadi ke panci, masak dengan api sedang sambil diaduk-aduk terus sampai adonan mengental dan agak kalis.
  • Taruh 1 sendok makan adonan ke daun pisang, taruh satu potong pisang, timpa dengan 1 sendok adonan. Gulung daun pisang, lalu tekuk kedua ujung daun ke dalam. Ulangi sampai adonan habis.
  • Kukus selama kurang lebih 20 menit. Angkat, dinginkan.
  • Sajikan.
Di dalam resep ini aku gak menggunakan vanili karena aku lebih suka wangi pandan, tapi kalau mau diberi vanili juga boleh tinggal kurangi daun pandan lalu beri 1/4 sendok teh vanili bubuk. Kalau meu yang lebih nikmat, pisang kepok bisa diganti dengan pisang raja. Dan terakhir, sajikan nagasari ketika sudah dingin karena ketika hangat adonannya terlalu lembek. Kalau susah menemukan daun pisang, kamu bisa mangkokan kecil yang biasa untuk kue talam. Tetapi jangan lupa penutup kukusan dibungkus dengan serbet supaya tetesan uap air tidak menetes ke adonan. 

Selamat Mencoba!