Thursday, 7 December 2017

Mango Sticky Rice Shake

Hai,

Kalian pasti bingung deh sama Mango Sticky Rice kok dibikin shake. Walaupun terdengan aneh, but surprisingly enak loh! Rich, creamy, dan seger pula, aku aja gak nyangka kok :))

Sebelumnya aku share resep Mango Sticky Rice kan (yang belum baca, bisa buka link-nya disini), kemarin entah kenapa pengen banget bikin yang aneh-aneh yang temanya gak jauh-jauh dari Mango Sticky Rice. Awalnya udah rencana bikin puding, tapi ternyata kayaknya bakal gak keburu buat karena pagi harus belanja buat warung dan siang bakal riweuh karena bentrok sama persiapan buat warung. Yowes, cari ide lagi yang kira-kira lebih gampang dan gak jauh-jauh dari Mango Sticky Rice.

Browsing browsing browsing, eh ketemu lah video Tastemade di Youtube. Kalau sering nonton Youtube channel Tastemade pasti gak asing deh sama Jen Phanomrat. Nah di video itu Jen bikin Mango Sticky Rice Shake, menarik gak sih idenya? Kata Jen, dia terinspirasi dari minuman dari Mexico, yaitu Horchata. Kalau yang belum tahu Horchata, minuman ini berbahan dasar beras. Nah itu yang menginspirasi Jen untuk bikin Mango Sticky Rice Shake ini.

Basically, it's similar with mango smoothie with glutinous rice milk as yoghurt subtitute. And as usual I don't use the original recipe, I just use the idea. Resepnya hampir sama cuma aku gak pakai susu evaporasi, kenapa? Karena gak ada di rumah. Dan aku juga pakai madu biar lebih sehat, tapi bisa kok diganti dengan gula biasa.


Resep Mango Sticky Rice Shake


Bahan-bahan:

  • 100 gr beras ketan, rendam semalaman
  • 300 ml air
  • 150 gr mangga beku
  • 6 sdm santan instan
  • 2 sdm madu atau gula
  • potongan mangga sesuai selera

Cara Membuat:

  • Blender beras ketan dan air sampai halus, lalu saring dengan saringan yang dilapisi kain. Sisihkan.
  • Masukkan mangga beku, santan, madu atau gula, dan susu ketan tadi ke dalam blender; blender sampai halus. Tuang ke dalam gelas.
  • Sajikan Mango Sticky Rice Shake dengan potongan mangga.



Semoga Mengispirasi!

Monday, 4 December 2017

Mango Sticky Rice (Khao Niao Mamuang), Jajanan Khas Thailand

Hai hai,

Beberapa minggu ini banyak sekali ya bencana alam, dari meletusnya Gunung Agung, banjir dan longsor di daerah jawa bagian selatan, duh hectic banget kemarin. Ada sedikit cerita, minggu lalu Jogja dikasih "berkah" hujan yang melimpah, 2 hari berturut-turut Jogja di guyur hujan 24/2 non-stop! Sampai akhirnya banjir dimana-mana, termasuk daerah di rumahku. Alhamdulillah, air gak sampai masuk ke dalam rumah, tapi halaman depan dan belakang udah penuh air, kolam ikan sampai gak keliatan. Oh ya, waktu deras-derasnya hujan dan banjir dimana-mana, kebetulan aku lagi di luar. Dan waktu perjalanan pulang ke rumah, wah deg-deg'an luar biasa. Tinggi genangan air bisa sampai satu ban, padahal mobilku tinggi loh.

FYI, daerah rumahku masih banyak sawah, kali juga lumayan lebar, banyak tanah lapang juga; tapi masih banjir juga loh. Ya saking seringnya hujan deras yang mengguyur Jogja. Tapi aku berdoa bencana-bencana yang terjadi akhir-akhir ini bukan lah azab tetapi berkah buat umatNya, aamiin! Ah lupa, keesokan harinya banjir cepat sekali surut dan banyak orang yang malah mancing di got atau sawah. Mama juga sempat dapat ikan sepat kecil di got depan rumah :))

Back to main topic, kemarin Sabtu aku ke belanja sayur dan beberapa keperluan warung di Pasar Kranggan. Waktu mampir ke kios beras, eh ada beras ketan. Ya tergoda lah buat beli. Di toko itu ada 2 jenis beras ketan tapi aku lupa namanya, yang satu harganya lebih murah dan yang satunya lagi harganya lebih mahal; namanya beras ketan tolo kata mbaknya. Perbedaannya, kalau yang murah beras ketan gak bakal masak sempurna, masih ada beras yang mentah. Nah kalau tolo sendiri kata si mbak kalau dimasak bakal pulen dan hasilnya bakal matang merata.


Beli beras ketan bukan tanpa tujuan ya, udah jauh-jauh hari aku pengen banget bikin Khao Niao Mamuang alias Mango Sticky Rice. Ceritanya lagi kangen Thailand gituuu, hehe. Selain itu, mumpung musim mangga kan jadi yah kenapa gak bikin.

Mengolah beras ketan menjadi ketan yang pulen gak susah kok, gak perlu dimasak seperti memasak nasi, cukup dikukus selama kurang lebih 15 menit aja. Tapi sebelum dikukus, beras ketan perlu direndam semalaman supaya cepat matangnya. Untuk mangga, kalian bisa pakai mangga apa  aja. Mangga yang paling mendekati rasa mangga thailand ya mangga harum manis. Dan untuk sausnya aku pakai santan instan, cari praktisnya aja.

Oh ya, aslinya Mango Sticky Rice ini dikasih taburan kacang hijau sangrai. Karena kebetulan lagi gak punya kacang hijau kupas, ya aku ganti wijen aja :D

Resep Mango Sticky Rice (Khao Niao Mamuang)


Bahan-bahan:

  • 200 gr beras ketan, rendam semalaman
  • 1 lembar daun pandan, simpukan
  • 3 sdt santan instan
  • 1/4 sdt garam
  • 1 buah mangga ukuran sedang, kupas lalu potong sesuai selera
  • Wijen atau kacang hijau sangrai secukupnya

Bahan Saus Santan:

  • 100 ml santan instan
  • 50 ml air
  • 2 sdt gula pasir
  • 1 sdt maizena
  • 1 lembar daun pandan, simpulkan
  • sejumput garam

Cara Membuat:

  • Saus Santan: Masukkan semua bahan saus ke dalam panci, aduk rata. Masak campur tadi sampai mendidih dan kental. Angkat, sisihkan.
  • Panaskan kukusan. Masukkan beras ketan yang sudah di rendam dan daun pandan ke dalam kukusan. Kukus ketan selama 15 menit atau sampai ketan matang dan pulen. Jika sudah masak, pindahkan ketan ke baskom lalu masukkan santan dan garam. Aduk rata, dinginkan.
  • Sajikan ketan dengan mangga, saus santan, dan taburan wijen atau kacang hijau sangrai.



Semoga Menginspirasi!

Saturday, 25 November 2017

Osen-oseng Mercon Khas Jogja

Hai,

Kalau ditanya kuliner khas Jogja pasti jawabnya langsung gudheg, padahal banyaaak banget makanan khas Jogja; salah satu yang terkenal yaitu oseng-oseng mercon. Mercon merupakan bahasa jawa yang artinya petasan. Dinamakan demikian karena rasanya yang sangat pedas dan sensasi pedasnya seperti petasan meledak-ledak di mulut. Oseng-oseng mercon ini terdiri sesetan daging atau tetelan dipadu dengan bumbu-bumbu yang dominan dengan cabai rawit. Tidak heran kan kalau masakan ini dinamai oseng-oseng mercon.

Jika ingin mencicipi kuliner khas Jogja ini, kalian bisa mengunjungi Jalan KH. Ahmad Dahlan, Ngampilan; tidak terlalu jauh dari Malioboro. Di jalan tersebut ada beberapa penjual yang menjajakan masakan ini, namun jika ingin mencicipi pelopor sajian ini kalian bisa mengunjungi Oseng-oseng Mercon Bu Narti. Saat ini tempat makan ini dikelola oleh generasi ke-2, yaitu putri dari bu Narti sendiri. Selain oseng-oseng mercon, tempat makan ini juga menyajikan menu lain seperti ayam goreng, burung puyuh goreng, dan lele goreng. Jadi gak perlu khawatir kalau bawa teman yang ternyata gak doyan pedas. Dan jika ingin membawanya sebagai oleh-oleh, oseng-oseng mercon bu Narti ini sudah ada versi kalengannya loh. Canggih ya!

Untuk harganya, hmm selama aku kesana harganya sih standar jajanan pinggir jalan Jogja, cuma kalau aku baca beberapa review kok bilangnya kemahalan ya? Kemungkinan sih salah hitung, biasa lah kalau ramai suka kurang fokus toh. Jadi sebagai konsume jangan lupa cek lagi ya. Aku pun juga suka salah hitung kalau ngitung bill, hehe..

Nah kali ini aku mau share resep oseng-oseng mercon. Karena masak sendiri, aku juga menggunakan daging sandung lamur. Tapi kalau memang suka koyor atau tetelan sih sah-sah aja kok. Oh ya, jangan sering-sering bikin oseng-oseng mercon ya. Selain gak baik buat lambung karena pedasnya, juga kolesterolnya yang lumayan tinggi bikin tengkuk tegang. Intinya sih sesekali aja buat obat kangen :D

Resep Oseng-oseng Mercon


Bahan-bahan:
  • 200 gr daging tetelan dan daging sandung lamur, iris kecil 
  • 500 ml air
  • 1 lembar salam
  • 1 iris lengkuas
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdm gula jawa
  • 1/4 sdt merica
  • Minyak untuk menumis

Bahan Bumbu:
  • 1 siung bawang putih
  • 2 siung bawang merah
  • 25-30 buah cabai rawit (atau sesuai selera)
  • 3 buah cabai keriting
  • 1/2 sdt jahe cincang

Cara membuat:
  • Didihkan air, rebus daging tetelan sampai matang dan empuk. Sisihkan.
  • Ulek kasar bahan bumbu atau bisa menggunakan blender dgn cara “pulse” beberapa kali.
  • Panaskan minyak dalam wajan, tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan daun salam, lengkuas, garam, merica, dan gula jawa; aduk rata.
  • Masukkan daging dan air kaldu, masak sampai air menyusut.
  • Angkat, sajikan dengan nasi pulen.

Selamat Mencoba!

Thursday, 23 November 2017

Resep Bakmi Lethek Khas Bantul

Holla,

Ada yang tahu bakmi lethek dari Jogja? Mungkin gak banyak yang tahu ya dengan bakmi dari Bantul ini, karena memang kebanyakan orang hanya tahu bakmi jawa saja. Lethek artinya kotor, karena warna mie yang butek, tidak sebersih mie kebanyakan. Bakmi ini berbeda dengan bakmi kebanyakan yang proses pembuatannya yang modern, penggunaan pengawet kimi, dan juga penggunaan pewarna. Bakmi lethek ini banyak dibuat di Srandakan, Bantul, Yogyakarta; letaknya lumayan jauh dari pusat kota. Bakmi ini terbuat dari gaplek atau singkong yang dikeringkan. Proses penggilingan terbilang sangat tradisional dan unik. Gaplek diletakkan di piringan batu yang sangat besar, lalu digilas dengan batu berbentuk silinder yang sangat besar yang ditarik dengan bantuan tenaga dari sapi. Unik ya!

Mengolah bakmi lethek luyan tricky. Salah-salah mie justru menjadi lembek. Kalau kata penjual bakmi, mie tidak perku dijarang, cukup direndam dengan air dingin saja. Tetapi menurutku metode itu cocok kalau ingin membuat bakmi lethek rebus. Karena aku pengen bikin bakmi lethek goreng jadi aku bikin analogi sendiri. Kalau pakai air dingin nanti mie jadi kurang matang, masih keras; kalau dijerang dengan air panas nanti mie lembek. Jadi aku ambil jalan tengahnya yaitu pakai air hangat, jadi mie lethek direndam air hangat sebentar sampai mie sudah agak empuk tapi jika dicoba sudah terasa matang. Cucok! :D

Resep Bakmi Lethek Bantul



Bahan-bahan:
  • 100 gr bakmi lethek kering
  • 75 gr daging ayam kampung, rebus lalu suwir2
  • 2 butir telur
  • 50 gr kubis, iris kasar
  • 1 batang daun bawang, potong 1 cm
  • 3 buah cabai rawit, iris kasar (jumlah disesuaikan dgn selera)
  • 1 buah tomat ukuran sedang, potong menjadi 6
  • 3 sdm kecap manis
  • 1 sdt garam
  • 5 sdm minyak goreng
Bumbu yg dihaluskan:
  • 3 siung bawang putih
  • 1 buah kemiri
  • 1/2 sdt merica butiran
Pelengkap:
  • Bawang goreng
  • Irisan daun seledri
  • Acar
  • Kerupuk

Cara Membuat:
  • Rendam mie dalam air biasa sampai agak empuk. Angkat, tiriskan.
  • Panaskan minyak dalam wajan, masukkan telur lalu orak-arik sampai matang. Tepikan telur, masukkan bumbu halus; tumis hingga harum. Masukkan daun bawang, cabai rawit, dan tomat; masak sampai tomat layu.
  • Masukkan kubis, ayam suwir, kecap, dan garam; aduk rata. Masukkan mie, aduk rata.
  • Angkat, sajikan Mie Lethek Goreng dengan pelengkap selagi hangat.

Selamat Mencoba!

Monday, 13 November 2017

Resep Sate Ayam Bumbu Merah

Holla,

Beberapa minggu belakangan ini lagi sering banget ke Jogja Paradise karena warungku mulai pindah (lagi) ke sana daaaan gara-gara sering banget kesana aku, masku, dan mama jadi suka jajan disana. Yang jadi favorite kami akhir-akhir ini adalah sate ayam Ratu, sate ayam yang dikasih bumbu merah. Rasanya gurih, sedikit pedas, dan sedikit manis; pokoknya kami ketagihan deh.

Nah beberapa waktu lalu kami mulai jarang kesana karena renovasi sudah hampir selesai, tiba-tiba masku pengen sate Ratu tapi kalau pakai Gojek mahal diongkir; maklum rumah jauh di ujung Jogja. Ya aku inisiatif aja coba buat sendiri, mumpung di kulkas ada bahannya.

Kali ini aku sama sekali gak pakai research resep, pure pakai ilmu kira-kira. Sekali coba Alhamdulillah enak dan rasanya bisa mirip sama sate Ratu kesukaan kami. Oh ya, kali ini niat banget masaknya soalnya aku bakarnya pakai arang. Terniat memang. Tapi kalau malas nyalain arang bisa kok pakai panggangan atau pakai teflon pun oke juga.

Resep Sate Ayam Bumbu Merah 





Bahan-bahan:
  • 500 gr daging dan kulit ayam, potong dadu kecil
  • 5 buah cabai merah keriting
  • 3 buah cabai rawit
  • 2 siung bawang putih
  • 3 siung bawang merah
  • 1 sdt biji ketumbar
  • 1 sdt cincangan jahe
  • 2 lembar daun jeruk
  • 1 sdt garam
  • 1/2 sdt merica
  • 5 sdm kecap manis
  • 4 sdm minyak

Cara Membuat:
  • Haluskan cabai merah keriting, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, ketumbar, jahe, dan daun jeruk sampai halus. Beri garam, merica, kecap manis, dan minyak; aduk rata.
  • Campurkan bumbu dengan potongan ayam, diamkan selama 30 menit. Tusuk daging dan kulit secara berselang-seling dengan tusuk sate. Lalu bakar sate sampai matang.
  • Angkat, sajikan sate dengan lontong atau pun nasi.


Selamat Mencoba!

Sunday, 12 November 2017

Resep Pecel Terong

Hai,

Siapa yang suka jajan ke pecel lele? Pecel lele memang alternatif makan besar paling murah, gampang, dan aman karena rasanya dijamin enak, tapi suka was-was gak sih kalau liat minyaknya yang item? Aku sendiri juga suka was-was sih, tapi seringnya denial "sekali-kali doang, gak tiap hari juga". Pasti kalian juga begitu kan? Haha..

Akhir-akhir ini udah jarang banget nemu pecel lele yang sambelnya enak kayak jaman dulu yang katanya pake kacang mede atau kemiri. Sekarang paling seringnya kalau gak sambel bawang, sambel terasi, atau sambel tomat. Dan beberapa hari lalu aku ketemu resep sambal pecel lele yang aku maksud di Instagramnya Tastemade Indonesia. Daaan resep baru aku praktekkan kemarin siang. Seperti biasa, resep aku ubah sedikit sesuai seleraku. Oh, ya di resep aslinya mereka pakai terong ungu, tapi karena di kulkas cuma ada terong hijau jadi aku ganti. Selain itu aku juga lebih suka terong hijau karena rasanya gak langu kayak terong ungu. Lalu, penggunaan gula jawa aku skip karena tanpa gula jawa pun sudah pas sekali rasanya. Tapi balik lagi ke selera masing-masing, kalau suka agak manis boleh tambahkan gula jawa sesuai selera.


Resep Pecel Terong


Bahan-bahan:

  • 2 buah terong hijau atau ungu, potong sesuai selera
  • 6 buah cabai keriting
  • 5 buah cabai rawit (bisa dikurangi kalau kurang suka pedas)
  • 2 siung bawang putih
  • 3 siung bawang merah
  • 2 butir kemiri
  • 1 buah tomat ukuran sedang
  • 1/2 sdt terasi
  • garam
  • Minyak untuk menggoreng

Cara Membuat:

  • Panaskan minyak, goreng terong sampai kecoklatan. Angkat, sisihkan.
  • Panaskan kembali minyak, goreng cabai keriting, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, kemiri, tomat, dan terasi sampai matang. Angkat.
  • Taruh ke cobek, beri sedikit garam. Ulek sampai halus, jika suka agak manis bisa tambahkan sedikit gula jawa. Terakhir beri sedikit minyak sisa menggoreng tadi, aduk rata.
  • Sajikan sambal dengan terong goreng dan kemangi.



Selamat Mencoba!

Monday, 6 November 2017

Resep Kue Mentho Daging

Holla,

Ada yag tahu kue mentho? Mungkin agak sedikit asing di telinga ya, kue ini merupakan jajanan dari Jawa Tengah tapi sudah sulit ditemui. Jajanan ini berupa gulungan dadaran yang berisi cincangan daging berbumbu, berbalut saus santan, dan dibungkus dengan daun pisang. Rasanya gurih dan sedikit manis, cita rasa khas masakan Jawa Tengah. Kalau kata mama, mentho seperti sosis solo yang tidak digoreng. Tapi memang sih mirip sekali dengan sosis solo, bahannya pun mirip sekali.

Beberapa hari lalu kebetulan ada sisa daun pisang sisa bikin pepes dan ternyata masih ada sisa daging sapi kurban. Haha, iya daging kurban; toh masih 2 bulan, jadi daging di freezer masih bagus-bagus aja kan (bilang aja irit :p). Nah ada satu bahan nih yang belum punya yaiu kelapa. Mau ke warung sayur tapi lagi males keluar, ya sudah akhirnya pakai santan instan aja.

Ngomongin tentang santan instan, kalian punya merk santan instan favorite  gak? Kalau aku sejauh ini santan favorite-ku sih merk Klatu karena rasanya memang sangat mirip dengan santan. Ya memang santan sih, tapi menurutku gak kayak santan instan merk Kara yang wangi dan agak manis. Iya gak sih?

Oh ya, resepnya aku nyontek Sajian Sedap tapi seperti yang aku ceritakan sebelumnya, aku sedikit memodifikasi resep dengan mengganti santan murni dengan santan instan. Oh ya, telurnya juga aku tambah menjadi 2 butir karena aku pengen kulitnya lembut dan agak eggy. Untuk rasa sama gurihnya, sama wanginya kok :)

Resep Kue Mentho Daging


Bahan-bahan:

  • 25 gram tepung terigu protein sedang 
  • 50 gram tepung beras 
  • 2 butir telur 
  • 1/8 sendok teh garam 
  • 150 ml air 
  • 1 sendok makan minyak goreng 
  • Daun pisang untuk membungkus

Bahan isian:

  • 200 gr daging cincang
  • 2 iris lengkuas
  • 3 lembar daun jeruk, dibuang tulang daunnya
  • 3/4 sendok teh garam 
  • 1/4 sendok teh merica bubuk 
  • 3/4 sendok teh gula pasir 
  • 100 ml air
  • 50 ml santan instan 
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu Halus:

  • 2 siung bawang putih
  • 4 siung bawang merah
  • 2 butir kemiri
  • 1 sdt ketumbar

Bahan Saus Santan:

  • 125 ml santan instan
  • 125 ml air
  • 2 lembar daun pandan, potong-potong
  • 2 sdt tepung beras
  • 1/2 sdt garam


Cara Membuat:

  • Isian: Panaskan minyak dalam wajan, tumis bumbu halus dan lengkuas sampai harum. masukkan daging cincang, masak sampai daging masak. Masukkan daun jeruk, garam, merica, gula, air, dan santan. Masak sampai cairan menyusut. Angkat, sisihkan. 
  • Dadaran: Campurkan tepung terigu, tepung beras, dan garam dalam mangkok. Tuang air sedikit demi sedikit sampai tercampur rata, lalu masukkan telur satu persatu, aduk sampai tidak ada gumpalan. Panaskan wajan anti lengket ukuran 12 cm, olesi minyak tipis-tipis. Tuang 1 sendok sayur adonan, masak sampai dadaran matang, angkat. Ulangi sampai adonan habis.
  • Saus Santan: Campur semua bahan, masak dengan api sedang sampai mendidih dan kental. Dinginkan.
  • Peyelesaian: Ambil satu dadaran, beri satu sendok makan isian, gulung meyerupai lumpia. Ulangi sampai habis. Letakkan 2 gulungan dadaran diatas daun pisang, beri 2 sendok makan kuah santan, bungkus. Ulangi sampai adonan habis.
  • Panaskan kukusan, kukus kue mentho daging selama 15 menit. Angkat, sajikan.

Selamat Mencoba!



Monday, 30 October 2017

Resep Ikan Maskrim dari Maluku

Holla,

Selama ini aku jarang banget eksplorasi masakan dari daerah Indonesia Timur karena memang gak familiar buat aku sih. Padahal ternyata masakan Indonesia Timur gak kalah menariknya dengan masakan Jawa atau pun Sumatera.

Hari Minggu kemarin tiba-tiba pengen masak ikan kembung dan memang aku udah lamaaa banget gak makan ikan laut. Ke pasar lah aku. Ternyata ikan kembung yang aku cari gak ada, kata penjualnya beberapa hari ini memang gak jual ikan kembung karena memang lagi susah dapatnya. Lah tumben. Akhirnya aku memutuskan untuk beli ikan salem dan ikan bandeng laut. Sampai rumah langsung bingung mau masak apa, yang penting gak dibikin balado atau digoreng biasa aja, tapi gak mau dipepes juga. Gimana tuh?

Akhirnya aku ublek-ublek buku resep, lalu mata tertuju pada resep masakan dari Maluku ini; Ikan Maskrim. Di resep sih harusnya pakai ikan kembung, tapi karena punyanya ikan salem yaudah aku pakai ikan salem. Toh gak terlalu berbeda kan, hehe..

Nah PR lainnya adalah penggunaan belimbing wuluh, ya mana punyaaa! Eh lah kok ternyata mama mau kondangan di rumah tetangga di perumahan aku dulu tinggal, ya aku nitip lah minta petikin belimbing wuluh di rumah tetanggaku itu. Sampai rumah, mama ternyata bawain belimbing wuluh lumayan banyak, hampir sekantong plastik sekiloan. Padahal butuhnya cuma 10 biji. Yah lumayan lah buat persediaan kan.

Kembali ke Ikan Maskrim, masakan ini mirip dengan pindang ikan. Rasanya agak asam tapi segar dan aromanya itu loh, bikin nelan ludah..soooo aromatic. Masaknya juga cenderung mudah dan bahannya gak terlalu banyak loh. Simple banget!

Resep Ikan Maskrim


Bahan-bahan:

  • 500 gr ikan kembung atau ikan salem
  • 1 sdt air jeruk nipis
  • 750 ml air
  • 2 lembar daun pandan, potong 5 cm
  • 10 buah belimbing wuluh, potong 1 cm
  • 8 buah cabe rawit merah
  • 1 sdt garam
  • 1/2 sdt merica
  • 1/2 sdt gula pasir
  • Minyak untuk menumis


Bumbu halus:
  • 8 siung bawang merah
  • 3 batang sereh, ambil bagian putih ya
  • 1 ruas kunyit

Cara membuat:
  • Lumuri ikan dengan air jeruk, diamkan selama 10 menit. Sisihkan.
  • Panaskan 2 sendok makan minyak dalam wajan, tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan air, daun pandan, belimbing wuluh, dan cabai rawit. Masak sampai mendidih.
  • Masukkan garam, merica, dan gula. Aduk rata. Masukkan ikan, masak kembali selama 10 menit atau sampai ikan matang.
  • Angkat, biarkan hangat. Sajikan.

Selamat Mencoba!

Wednesday, 18 October 2017

Kue Cucur Gula Merah Berserat

Hai!

Kali ini aku mau share resep kue cucur nih. Sebelumnya, kalau menurut kalian kue cucur ini berasal dari mana? Ada yang bilang dari Jawa Tengah, ada yang bilang dari Jawa Timur, ada juga yang bilang kue tradisional ini merupakan kue tradisional dari Betawi. Well, aku sih lebih meyakini kue cucur berasal dari Betawi soalnya gara-gara beberapa film jadul yang latarnya Betawi selalu menyebut cucur sebagai makanan Betawi. Terutama film Si Doel, sering banget alm. Benyamin Sue atau Mandra ngomongin kue Cucur. Haha, ketahuan seleranya jadul :p

Tapi jangan sedih, kue semacam cucur ini juga ada loh di beberapa negara tetangga kita, seperti Malaysia, Thailand bagian Selatan, dan juga Vietnam. Di Malaysia menyebutnya dengan nama Kuih Cucur, kalau di Thailand menyebutnya Khanom Fak Bua atau Khanom Chuchun. Vietnam? Hmm, kurang tahu juga namanya soalnya gak disebutkan di Wikipedia, hihi..

Kue cucur adalah salah satu jajanan tradisional yang udah lamaaaa banget pengen dibikin, tapi baru kesampaian baru-baru ini. Kenapa baru sekarang nyobain bikin? Soalnya aku males neplokin adonannya. Oh FYI, cara tradisionalnya kue cucur dibuat dengan cara neplok-neplok adonan dengan tangan selama kurang lebih yaa 15 menit lah kalau menurut buku resep yang pernah aku baca. Kebayang kan capeknya?

But thank's for technology, especially for mixer inventor! Gak perlu capek-capek neplokin, adonan tinggal pakai mixer aja deh. Kalau gak punya mixer, bisa juga pakai balloon whisker kok. Tapi ya hampir sama aja kayak neplokin adonan pake tangan :p

Oh ya aku pakai resepnya dari Instagramnya @/doyanbakingtips , ketiplek deh resepnya. Sejauh ini udah dua kali pakai resep ini dan gak pernah gagal, mau pakai gula jawa atau pun gula aren. Teksturnya pas, sedikit alot tapi masih lembut, pinggirnya agak garing, manisnya juga pas, dan yang terpenting hasilnya berserat cantik. Dan sedikit tips nih, pakai wajan besi atau wajan yang tebal supaya panasnya merata. Lalu, supaya gak terlalu berminyak, tiriskan kue cucur diatas tissue makan yang bawanya dialasi koran, jadi minyak bisa benar-benar terserap.

Resep Kue Cucur Gula Merah



Bahan-bahan:

  • 125 gr tepung beras
  • 30 gr tepung terigu
  • 225 ml air
  • 120 gr gula merah atau gula aren
  • 2 lembar daun pandan, potong-potong
  • 1/2 sdt garam (aku pakai 1/4 sdt aja karena gulanya sudah agak gurih)
  • Minyak untuk menggoreng


Cara Membuat:

  • Rebus air, gula merah, daun pandan, dan garam sampai mendidih dan gula larut. Matikan api, jika sudah hangat sarin. Sisihkan.
  • Masukkan tepung beras, tepung terigu, dan sirup gula ke bowl mixer. Aduk rata.
  • Mixer adonan dengan kecepatan medium selama 5 menit atau menggunakan balloon whisker selama 10 menit. Lalu diamkan adonan selama satu jam.
  • Panaskan wajan dengan api sedang cenderung kecil, beri 2 sendok minyak. Jika sudah panas, masukkan adonan 1 sendok sayur. Biarkan berserat sambil siram-sirami minyak bagian tengah adonanannya, lalu balik. Goreng sebentar, lalu angkat. Ulangi hingga adonan habis.
  • Sajikan.

Selamat Mencoba!

Monday, 16 October 2017

Resep Mangut Lele Kuah Santan

Holla,


Kali ini aku mau share resep mangut lele, tapi bukan versi Mbah Marto ya. Nah kalau yang banyak orang tau kalau yang namanya mangut lele ya lele asap dikasih bumbu sambal yang pedasnya gak sopan macam Mangut Lele Mbah Marto. Namun sebenarnya mangut lele ada versi lain loh, yaitu mangut lele dengan kuah santan encer, agak sedikit pedas, dan lelenya gak diasap melainkan digoreng.


Resep Mangut Lele



Bahan-bahan:
  • 5 ekor lele ukuran sedang
  • 1 sdm air jeruk nipis
  • 1 buah tomat ukuran sedang, belah menjadi 6
  • 2 batang sereh, geprek
  • 2 lembar salam, remas2
  • 4 lembar daun jeruk, remas2
  • 2 ruas lengkuas, geprek
  • 2 ruas sunti, geprek
  • 500 ml air
  • 250 ml santan dari 1/4 buah kelapa
  • 10 buah cabai rawit merah
  • 8 mata petai, belah menjadi dua
  • 1 sdm gula jawa
  • Garam dan merica secukupnya
  • Minyak untuk menumis
Bumbu Halus:
  • 3 siung bawang putih
  • 6 siung bawang merah
  • 4-5 buah cabai keriting
  • 1 ruas kunyit
  • 1 sdt ketumbar


Cara Membuat:

  • Cuci bersih lele lalu sayat kedua sisi badannya. Kucuri air jeruk nipis, garam, dan merica secukupnya, aduk rata. Diamkan selama 15 menit.
  • Panaskan minyak dalam penggorengan, goreng lele sampai kecoklatan dan agak kering. Sisihkan.
  • Panaskan wajan, beri 2 sdm minyak, tumis bumbu halus hingga harus. Masukkan sereh, lengkuas, sunti, daun salam, daun jeruk, tomat dan air. Masak kembali sampai air mendidih.
  • Masukkan santan, gula jawa, 1 sdt garam, dan 1/2 sdt merica. Masak kembali sampai bumbu larut dan hampir mendidih.
  • Terakhir masukkan lele goreng, cabai rawit, dan petai; aduk rata. Matikan api, diamkan sampai kuah meresap ke daging lele.
  • Angkat, sajikan.

Selamat Mencoba!

Sunday, 15 October 2017

Resep Sop Merah

Hai,

Kalau kamu orang Jogja pasti kamu tahu Sop Merah yang ada di pojokan pertigaan jalan Sisingamangaraja. Ramenya luar biasa, padahal tempatnya kecil begitu. Belum lagi parkirannya yang susah, apalagi kalau bawa mobil..duuuh harus rela parkir agak jauh mengingat lokasinya pas dengan lampu lalulintas. Aku sendiri udah beberapa kali kesana dan gagal jajan disana karena susah parkir atau antrinya yang meeeengular. Hmm..

Padahal bikin sendiri juga bisa kan? Tapi tetap aja pengen jajan disana, hehe..

Nah karena itu aku mencoba bikin sendiri nih, dan kebetulan kemarin ada lomba Resep Merah Putih Dapur So Good jadi sekalian deh. Basically, sama seperti resep sop ayam pada umumnya, cuma penambahan saos tomat yang bikin berbeda. Makanya namanya Sop Merah karena merahnya berasal dari saos tomat.

Resep Sop Merah


Bahan-bahan:
  • 250 gr paha dan dada ayam
  • 1500 ml air 
  • 30 gr makaroni 
  • 150 gr wortel, potong setebal 1 cm 
  • 150 gr kembang kol, potong sesuai kuntum 
  • 100 gr kacang polong 
  • 1/2 buah bawang bombay ukuran sedang 
  • 1 ruas jahe, geprek 
  • 1 batang daun bawang, iris kasar 
  • 1 batang seledri, cincang kasar 
  • 1 sdm margarine 
  • 8 sdm saos tomat 
  • garam secukupnya

Bumbu yang Dihaluskan:
  • 3 siung bawang putih 
  • 1/2 sdt merica butiran

Cara Membuat:
  • Didihkan air, masukkan ayam, rebus sampai ayam matang. Sambil menunggu ayam matang, panaskan wajan, masukkan margarine, tumis bumbu halus (bawang putih dan merica butir), jahe, dan bawang bombay sampai wangi. Masukkan ke dalam rebusan ayam tadi, masak sampai ayam matang. Jika ayam sudah matang, angkat lalu suwir-suwir kasar. Sisihkan. 
  • Masukkan macaroni, wortel, kacang polong, dan kembang kol ke dalam rebusan. Masak selama 10 menit dengan api sedang. Masukkan garam dan saos tomat, aduk rata. Terakhir masukkan suwiran ayam, daun bawang dan daun seledri, matikan api. 
  • Angkat, sajikan selagi hangat.


Selamat Mencoba!

Thursday, 21 September 2017

Resep Nugget Pisang, Snack Kekinian

Hai,

Kali ini aku mau share resep snack yang lagi nge-trend akhir-akhir ini, nugget pisang! Nugget pisang ini ada 2 versi setahuku. Yang pertama pisang yang dipotong kecil-kecil, di balur tepung panir lalu di goreng. Nah yang ke dua ini pisang diolah lagi menjadi semacam puding pisang atau cake pisang kukus, dipotong-potong, dibalur tepung panir baru digoreng. Karena gak mau yang biasa aja, jadi kali ini aku mau share resep nugget pisang yang ke dua.

Seperti biasa, aku cari-cari resep dulu kan, nah kebetulan di Youtube mucul chanel-nya Yudha Bustara lagi share resep pisang nugget. Wah kebetulan kan, lama gak nyobain resepnya si chef ganteng ini. Tapi akhirnya gak jadi nyobain karena kayaknya agak padet gitu. Belum nyoba udah sok tau aja, haha :))

Pada akhirnya ya bikin resep sendiri deh seperti biasa, resep ini terinspirasi dari puding roti buatan mama, jadi campuran roti tawar, pisang dan susu dikukus sampai matang; bedanya untuk resep Nugget Pisang ini semua bahan dihaluskan terlebih dahulu sebelum dikukus. Karena pakai roti tawar, hasilnya nugget pisang terasa renyah di luar tapi lembut di dalam. Yumm!


Resep Nugget Pisang


Bahan-bahan:
  • 150 gr pisang kepok matang
  • 50 gr roti tawar
  • 100 ml susu
  • 1 sdm tepung sagu atau tapioka
  • 2 sdm gula pasir
  • sejumput garam
  • 1/4 sdt vanila
  • margarine untuk olesan

Bahan Pelapis:
  • tepung terigu
  • gula halus
  • air
  • tepung panir

Cara Membuat:
  • Haluskan pisang kepok, roti tawar, susu, tepung sagu, gula pasir, garam, dan vanila dengan blender, atau bisa juga dengan garpu.
  • Olesi loyang berukuran 10x15cm dengan margarine. Masukkan adonan ke dalam loyang, lalu kukus selama 15 menit. Angkat, dinginkan.
  • Potong adonan menjadi 14 bagian atau sesuai selera. Lumuri adonan yang sudah dipotong dengan tepung terigu, lalu gulirkan ke adonan tepung cair (2 sdm tepung terigu dicampur dengan 6 sdm air dan 1 sdm gula halus), kemudian lumuri dengan tepung panir sambil ditekan-tekan. Ulangi sampai adonan habis.
  • Panaskan minyak goreng dengan api sedang, lalu goreng nugget sampai kuning kecoklatan. Angkat, sajikan Nugget Pisang dengan parutan coklat, keju, atau topping kesukaan.

Selamat Mencoba!



Monday, 11 September 2017

Remakes Recipe : Jus Mangga Ala King Mango

Holla..

Akhir-akhir ini lagi trend jus mangga kekinian ala-ala kan, salah satu brand yang lagi hits sekarang yaitu King Mango. Brand ini berasal dari Thailand dan hits juga di negara asalnya. Di Indonesia sendiri baru saja dibuka bulan Juni lalu di Neo SOHO Mall. Konon antriannya bisa berjam-jam, bahkan sampai 4 jam loh! Dedikasi yang luar biasa buat yang antri sampai berjam-jam demi segelas jus mangga.

Beberapa waktu lalu kakakku ke Jakarta dan kebetulan tempat tinggalnya dekat banget sama Neo SOHO Mall. Karena penasaran dengan jus mangga hits ini, kakakku pergilah ke mall itu. Padahal ya waktu itu masih siang, tapi antrinya udah panjang banget. Kakakku cuma bertahan satu jam aja antrinya karena katanya dia ngerasa bodoh antri sejam lebih cuma buat jus mangga, haha :))

Nah sebenarnya apa sih spesialnya King Mango ini? Dari beberapa blog, foto instagram, dan Youtube channel yang aku lihat, intinya sih mereka menjual jus mangga yang dipakein whipped cream. Dan katanya mangga yang dipakai adalah mangga Thailand. Hmm, kayaknya bukan itu deh yang bikin antriannya panjang banget bisa ngalahin antrian sembako gratis. Kalau menurutku sih karena porsinya melimpah dan instagramable alias bagus buat difoto lalu diupload di media sosial. Iya atau iyaaa?! Haha..

Di Jogja sendiri udah mulai ada yang jual macam King Mango ini loh di SunMor, tapi aku lupa namanya apa. Sebenarnya sih bikin sendiri juga bisa loh, gak perlu repot antri berjam-jam, lebih murah, malah bisa dibuat dengan versi yang lebih sehat. Beberapa waktu lalu aku mencoba membuat versi lebih sehatnya. Aku pakai mangga harum manis, karena menurutku rasanya gak terlalu berbeda kok dengan mangga Thailand (seingatku sih, hehe). Lagi pula mangga Thailand juga susah ditemuin di Jogja, jadi pakai mangga yang lagi musim aja.

Resep Jus Mangga ala King Mango (Healthy Version)


Bahan-bahan:
  • 1 buah mangga ukuran sedang; kupas, potong dadu
  • 1/2 cup air es
  • gula sesuai selera
  • 3 sdm plaim yoghurt

Cara Membuat :
  • Blender manga, air dingin, dan gula sampai halus. Tuangkan ke dalam gelas.
  • Beri plain yoghurt diatasnya, lalu Mango-Lime Granita, dan potongan mangga diatasnya.
  • Sajikan.

Mango-Lime Granita

Bahan-bahan:
  • 1/2 buah mangga, potong dadu
  • 1 sdt gula
  • 1 sdt air jeruk nipis
  • air secukupnya
Cara Membuat:
  • Blender semua bahan sampai halus. Tuang jus ke dalam mangkok, taruh ke dalam freezer selama 30 menit atau sampai beku.
  • Jika sudah beku, keruk-keruk jus mangga beku dengan garpu atau sendok.
  • Granita Mango-Lime siap disajikan.

Selamat Mencoba!

Thursday, 10 August 2017

Sambal Raja dari Kutai, Kalimantan Timur

Ada yang pernah dengar masakan ini? Terdengar asing ya ditelinga, karena ternyata di tempat asalnya pun udah jarang keberadaannya, hanya di acara tertentu masakan ini muncul. Jujur, sebelumnya aku juga belum pernah dengar dengan sajian ini. Sampai akhirnya aku makan di rumah makan Bu Ageng di Jalan Tirtodipuran, salah satu sambal andalannya adalah Sambal Kutai ini. Saking andalannya, mereka juga menjual sambal Kutai dalam bentuk kalengan. Yang belum tahu rumah makan Bu Ageng, tempat makan ini adalah salah satu lokasi syuting AADC.

Rasanya enak juga, hampir seperti sambal terasi yang dicampur dengan tempe, kacang panjang, dan petai. Yah seperti biasa, aku peasaran untuk bikin sendiri. Sebelum aku coba bikin, aku selalu research dulu sama calon masakanku ini. Sambal ini biasa disebut dengan naman Sambal Raja atau Sambal Kutai, berasal dari Kutai, Kalimantan Timur. Biasanya disantap dengan nasi Bakepor alias nasi liwet khas Kutai (berdasarkan dari sumber yang aku baca)

Berdasarkan temuanku di internet, ternyata sambal Kutai ini banyak versinya; ada yang pakai udang, telur rebus, pakai petai. Tapi intinya sama sih, sambal terasi dikasih jeruk sambal dicampur dengan tempe, terong goreng, kacang panjang dan bawang merah goreng.

Untuk sambal Kutai yang aku buat, aku pakai tempe goreng, terong goreng, kacang panjang, dan pete; gak pakai bawang merah goreng karena..kelupaan. Hehe..

Resep Sambal Raja/ Kutai

Bahan-bahan

  • 1 buah terong ukuran sedang, potong dadu
  • 1/2 papan tempe, potong korek api
  • 3 lonjor kacang panjang, potong 1 cm
  • 1 papan pete, ambil isinya
  • minyak untuk menggoreng
  • 1 buah jeruk limau atau jeruk sambal


Bumbu Halus:

  • 5 buah cabai keriting
  • 3 buah cabai rawit
  • 3 siung bawang merah
  • 1 siung bawang putih
  • 1/2 sdt terasi matang
  • 1/2 buah tomat ukuran sedang
  • garam dan gula secukupnya
  • minyak untuk menumis


Cara Membuat:

  • Panaskan minyak, goreng tempe sampai berwarna keemasan. Masukkan kacang panjang, goreng sampai tempe kecoklatan. Angkat, sisihkan.
  • Goreng terong sampai kecoklatan. Angkat, sihkan.
  • Tumis bumbu halus sampai wangi, masukkan pete. Masak sampai pete layu. Masukkan tempe, kacang panjang, dan terong yang sudah digoreng. Kucuri dengan air jeruk sambal sesuai selera, aduk rata.
  • Sajikan.

Selamat mencoba!

Wednesday, 9 August 2017

Rendang Ceker Ayam

Hai,

Sebenarnya sih pengen share resep dari minggu lalu, tapi karena internet ngadat melulu jadinya baru share hari ini deh.

Minggu lalu si mbak yang bantu-bantu rumah belikan kami ceker ayam gendut-gendut setengah kilo. Wah seneng banget nih dapet ceker gendut-gendut, banyak pula. Kalau dioseng kayaknya biasa aja ya, nah berhubung aku anaknya agak out of the box, jadinya aku olah si ceker ayam ini pake bumbu rendang. Kayaknya belum ada yang kepikiran kan bikin rendang ceker ayam? Hehe..

Oh ya, sebelumnya aku juga pernah share resep olahan ceker ayam loh. Ada Oseng Ceker Lombok Ijo sama Mie Ayam Ceker Pedas loh, monggo bisa dicek ke TKP :D

Resep Rendang Ceker Ayam


Bahan-bahan:
  • 500 gr ceker ayam, bersihkan
  • 1 ruas jahe, geprek
  • air untuk merebus
  • 1 lembar daun kunyit, simpulkan
  • 250 ml santan kental
Bumbu Halus:
  • 8 buah cabe keriting
  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 1/2 sdt ketumbar
  • 1 ruas kunyit, bakar sebentar, bersihkan
  • 1 ruas jahe
  • 1 sdm lengkuas cincang
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1 sdt garam
  • minyak untuk menumis
Cara Membuat:
  • Rebus ceker ayam bersama jahe sampai cukup empuk. Angkat, tiriskan.
  • Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan santan dan daun kunyit, rebus sampai mendidih.
  • Masukkan ceker ayam, beri sedikit air. Masak sampai kuah mengental.
  • Angkat, sajikan.

Selamat mencoba!

Saturday, 17 June 2017

Tahu Walik, Gorengan Kekinian

Akhir-akhir ini ada gorengan yang lagi banyak dibicarain di Jogja. Bukan, bukan gorengan XXI, tapi Tahu Walik Om Ta. Sering banget gak sih akhir-akhir ini liat postingan Tahu Walik Om Ta di instagram foodgramer Jogja. Penasaran sih sebenernya, cuma katanya antrinya udah kayak antri sembako diskon, panjaaaang. Jadi udah males duluan mau kesana. Bisa sih pesen di Gojek, tapi cuma buat gorengan yg habisnya cuma beberapa ribu masa pake Gojek. Rugi dong :p

Kebetulah @bunda_didi pernah posting tahu walik di instagramnya, akhirnya aku manjat ke blognya. Awalnya pengen ngikutin resep Tahu Walik Isi Ayam-nya Diah Didi, karena menurutku kayaknya bakal agak kekentalan dan juga aku gak mau pake putih telur (anaknya sotoy, haha), ya akhirnya aku modif lagi deh.

Aku gak pake daging ayam bagian dada, aku pakai bagian paha sama kulit ayam biar lebih gurih. Lalu takaran air juga aku banyakin dan aku gak pake putih telur. Hasilnya enaaaak, kulit tahunya krenyes-krenyes dan isiannya kenyel-kenyel gurih. Hampir mirip batagor sih kalau menurutku.

Resep Tahu Walik



Bahan-bahan:

  • 10 buah tahu pong ukuran sedang (aku pakai tahu pong segitiga)
  • 100 gram daging ayam cincang
  • 75 gr tepung tapioka
  • 2 siung bawang putih, haluskan
  • 100 ml air dingin
  • 1 batang daun bawang, iris halus
  • 1/4 sdt garam
  • 1/8 sdt merica
  • 1/4 sdt gula pasir
  • Minyak untuk menggoreng


Cara Membuat:

  • Potong tahu menjadi 2, lalu lipat kedalam.
  • Campur semua bahan kecuali tahu, aduk rata. Isikan adonan ke tahu, ulangi sampai adonan habis.
  • Panaskan minyak, goreng sampai berwana keemasa. Angkat, sajikan dengan saos sambal atau cabe rawit.

Selamat mencoba!

Resep Es Pisang Ijo

Hai,

Kali ini aku mau share resep Es Pisang Ijo. Jujur nih, sebenarnya aku mau share udah kapan lalu tapi selalu gak sampai selesai ngetiknya. Mau basa-basi apa gitu tapi selalu berakhir "apaan sih?" atau "kowe ki nulis opo nduk". Haha jujur banget aku :p

Baiklah, ini resepnya!


Resep Es Pisang Ijo



Bahan-bahan Pisang Ijo:

  • 4 buah pisang raja
  • 40 gram tepung beras
  • 40 gram tepung sagu
  • 10 gram gula asir
  • 120 ml santan kental
  • 100 ml air
  • 3 tetes pasta pandan
  • sejumput garam

Bahan Bubur Sumsum:

  • 20 gram tepung beras
  • 100 ml santan kental
  • 15 gram gula
  • sejumput garam

Pelengkap:

  • Serutan es batu
  • sirup cocopandan
  • susu kental manis


Cara Membuat:

  • Pisang Ijo : Campur semua bahan Pisang Ijo kecuali pisang raja. Taruh di panci, jerang adonan sampai mengetal dan kalis. Angkat, dinginkan.
  • Bagi adonan menjadi 4, ambil adonan, pipihkan diatas plastik atau daun pisang. Taruh pisang, bungkus. Ulangi sampai adonan habis.
  • Panaskan kukusan, kukus pisang ijo selama 15 menit. Angkat, dinginkan.
  • Bubur Sumsum : Campur semua bahan bubur sumsum, masak adonan sampai mengental. Angkat, dinginkan.
  • Penyelesaian: Potong pisang ijo, susun pisang ijo, bubur sumsum. Beri es serut, sirup, dan susu kental manis diatasnya sesuai selera. Sajikan.

Tipsnya nih, supaya gak lengket waktu membungkus pisang, tangan bisa diberi minyak tipis-tipis. Dan kalau gak dapat pisang raja, bisa pakai pisang kepok kuning.

Selamat mencoba!