Tuesday, 4 April 2017

Remakes Recipe : Chizza KFC

Hai semua...

Lumayan lama ya aku gak sharing resep. Sebenarnya sih aku ada beberapa resep yang mau aku share disini, tapi karena resepnya masih buat kompetisi jadi tertunda deh. Oh ya kompetisi yang aku ikuti itu dari Indomie Uniqmie. Sejauh ini aku udah ngirim 4 resep dan kayaknya bakal nambah lagi. Hehe anaknya ambius banget sih :p

Ah anyway, kali ini aku mau share resep Chizza alias chicken pizza. Kalian pasti udah gak asing lagi dong dengan menu KFC ini. Walaupun ternyata menu baru KFC ini gak sempat mampir ke Indonesia, tapi menu ini cukup dikenal oleh netizen Indonesia. Yaaa gara-gara foodgramer Indonesia heboh posting foto Chizza kaaan, eh ternyata menu ini available di Singapore. Siapa yang sempat ngira Chizza bakal masuk ke Indonesia? (aku aku aku!!)




Chizza Thailand


Sebelum di Singapore, Chizza sempat populer di Jepang, India, Philipine, dan juga Thailand. Tiap negara pun berbeda-beda penyajiannya dan toppingnya, tapi konsepnya kurang lebih sama. Dada ayam goreng tanpa tulang, marinara sauce atau saos tomat, keju mozarella, salami atau peperoni, dan aneka topping sayuran. Karena menu ini lumayan populer di Philipine, Kfc sampai bikin versi lain loh yaitu pakai triple cheese. Yaa mirip-mirip lah sama Chizza Thailand, cuma kejunya ada 3 macam.

Chizza Singapore yang bikin orang Indonesia heboh, lol


Beberapa waktu lalu, sebulan lalu tepatnya, aku coba untuk bikin Chizza. Sebelum coba bikin, seperti biasa aku research sedikit di youtube dan beberapa food blogger, paling membantu sih iklan-iklan Chizza dari KFC sih. Seperti yang aku bilang sebelumnya, negara-negara yang pernah disinggahi Chizza punya topping berbeda-beda. Kali ini aku tiru Chizza model Philipine karena toppingnya paling menarik, komplit, dan colourfull, ehee..

Untuk resep ayamnya aku pakai resep aku sebelumnya, resep buttermilk fried chicken ala KFC. Boleh diintip-intip dulu sebelum bikin Chizza..


Resep Chizza (Chicken Pizza)


Bahan-bahan:

  • 2 buah dada ayam, belah menjadi dua jangan sampai putus
  • 1/2 resep buttermilk fried chicken
  • marinara sauce (atau bisa diganti saus tomat)
  • keju mozarella parut
  • potongan dadu parika hijau
  • potongan nanas
  • smoked beef, potong bulat dengan cookie cutter

Cara membuat:

  • Siapkan bumbu rendaman buttermilk. Masukkan dada ayam, rendang selama kurang lebih 30 menit atau sampai semalam.
  • Campur bahan pelapis. Piasahkan ayam dengan bumbu rendaman. Gulingkan ayam ke tepung pelapis, tekan-tekan. Celupkan ayam yang sudah dilapisi tepung ke dalam bumbu rendaman, lalu gulingkan kembali ke tepung. Ulangi cara ini.
  • Panaskan minyak dengan api sedang, goreng ayam sampai cokelat keemasan. Angkat, sisihkan.
  • Panaskan oven, gunakan api atas. Susun ayam di loyang, beri saus marinara, sedikit keju, smoked beef, potongan paprika, dan potongan nanas. Tabur keju mozarella diatasnya. Panggang ayam diatas rak oven paling atas sampai keju meleleh.
  • Angkat, sajikan hangat.

Sekarang udah tahu cara buatnya kan? Gak perlu jauh-jauh ke Singapore atau berharap KFC masukin menu Chizza ke Indonesia lagi, toh udah bisa bikin sendiri, Hihi..

Selamat mencoba!


Wednesday, 22 February 2017


Ketika diperjalanan aku berfikir..

Kita gak bisa selalu memuaskan semua orang.

Gak semua orang bisa menerima kebaikan kita, gak semua orang bisa menerima kepribadian kita, gak semua orang bisa paham apa yang kita rasakan. Dan gak semua orang bisa menerima keberadaan kita.

Hey jangan buru-buru kecewa, kita hidup untuk memberi kebaikan bukan memuaskan mereka sehingga bisa diterima. 

Tidak apa-apa jika tidak diterima. Hidup masalah pilihan kok, kalau tidak diterima ya tetap lanjutkan hidup. Tetap memberikan kebaikan tanpa perlu memikirkan kepuasan mereka.

And always be grateful!

I'm (not) Fine

Gambar diambil dari sini

Akhir-akhir ini aku suka mewek sendiri setiap sendirian, gak lihat tempat gak lihat kondisi. Ya, cuma waktu sendirian aja.

Setelah kepergian papa ini, aku jadi lebih sensitif, lebih tertutup (padahal sebelumnya juga uda tertutup), dan selalu berusaha untuk kelihatan "gak apa-apa". Aku bisa tahan untuk gak mewek di depan orang-orang yang aku kenal, tapi kalau sudah mulai mau mewek aku langsung kabur ke kamar mandi atau kamar buat nangis.

Pernah aku nangis mewek di supermarket gak selesai-selesai. Untung supermarketnya lumayan besar dan gak terlalu ramai. Akhirnya aku mojok buat puas-puasin nangis di sektor peralatan dapur yang jarang orang ke sektor tersebut. Sesekali aku jalan mondar mandir supaya gak ketahuan kalau lagi mewek. Setelah puas nangis, baru deh kembali belanja.

Sampai akhirnya aku paham, aku sedang ada di dalam proses self healing, tanpa sadar sebenarnya aku sedang patah hati, sedang sakit hatinya. Aku patah hati karena kepergian papa yang sangat mendadak, kecewa karena belum bisa mewujudkan keinginan-keinginan papa, sedih karena beberapa teman yang ternyata diluar ekspektasi ketika aku berada diposisi bawah roda kehidupan, sedih karena harus lihat mama yang sesekali nangis kalau kangen papa, dan masih banyak masalah lainnya. 

Ya, aku paham sekarang ternyata sebegitu sakit hati aku. Sebegitu banyak luka yang aku dapat hanya dalam waktu 2 bulan.

Tapi tidak apa-apa, itu hal yang normal kok. Tuhan gak akan ngasih ujian yang gak bisa dilewati hambanya, toh? Dan keputusan Tuhan itu sudah keputusan final, keputusan terbaik dari yang terbaik. Ini ujian dari Tuhan yang akan menguatkanku. Yang kelak aku bakal senyum bangga karena bisa melewati semuanya.

Obat patah hati itu sederhana, cukup dengan banyak berdoa, bersabar, nerimo, dan banyak-banyak bersyukur. Ah semoga aku bisa melewati semuanya, aku selalu percaya Setelah badai dahsyat, pasti akan ada pelangi, namun tetap ada longsor dan banjir. Tetapi setelah semua hal tersebut terjadi, pasti akan ada tanah yang subur, persediaan air yang melimpah, dan banyak hal yang membahagiakan lainnya. Ya, terkadang mendapatkan kebahagiaan bisa serumit itu.

Ah doakan supaya aku bisa melewati semuanya ya!

Have a great day!