Wednesday, 15 April 2026

Telur Dadar Padang

Lohaa!

Sebelumnya aku sudah share resep Tumis Kangkung Tauco Medan dengan Telur Puyuh; dan kali ini aku mau share resep untuk lauknya, yaitu Telur Dadar Padang. Sajian ini terinspirasi dari makanan puasa lalu. Aku dan keluargaku berbuka puasa di Rumah Padang dan kami cukup terkesan dengan telur dadarnya. Tebal, agak airy, berempah, gurih, dan agak pedas. Padahal kami jarang sekali pesan telur dadar kalau makan nasi Padang, tapi entah kenapa kala itu telur dadarnya terlihat sangat menggoda. Gak disangka ternyata kami suka sekali, hampir saja tambah satu potong lagi. Untung saja sudah habis di display makanan.

Setelah mengingat-ingat rasa dan cari-cari resep di buku resep dan internet, akhirnya jadi lah resep ini. Bersyukur pohon kunyit dibelakang rumah sedang subur-suburnya jadi bahan terpenting ini gak perlu aku skip. Tapi kalau kalian gak punya daun kunyit, boleh diskip. Rasanya tetap enak kok, walaupun pasti rasanya akan berbeda.

Dari beberapa resep yang aku baca, telur dadar Padang biasanya menggunakan telur bebek. Tapi karena gak ada telur bebek, aku pakai telur ayam aja. Intinya pakai aja bahan yang ada. Rasanya gak beda jauh kok, hanya kalau kalau pakai telur bebek rasanya akan lebih gurih dan teksturnya lebih padat.

Aku juga menambahkan sedikit baking powder agar lebih fluffy dan airy. Lalu penggunaan tepung beras dan tepung terigu tidak boleh dihilangkan. Karena tepung terigu membuat telur dadar lebih kokoh dan tepung beras membuat pinggirannya lebih crispy.

Membuat telur dadar Padang ini agak tricky. Gunakan wajan anti lengket atau teflon untuk menghindari adonan lengket di wajan. Lalu gunakan api kecil agar tidak gosong dan telur dadar bisa matang sempurna. Tutup wajan agar telur bisa matang dengan baik, dan memudahkan proses membalikkan telur. Dan jika ingin luarnya keriting berenda, gunakan minyak yang agak banyak ya.

Telur dadar Padang lebih terasa otentik dengan penambahan kelapa parut sangrai. Aromanya akan terasa lebih wangi dan nutty. Dan kalau ingin lebih pedas, bisa ditambah rawit merah.

 

Telur Dadar Padang

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bahan-bahan:

5 butir telur ayam atau bebek

2 sdm tepung beras

1 sdm tepung terigu 

1/2 sdt baking powder

1 lembar daun kunyit muda ukuran sedang, rajang halus

1 batang daun bawang, rajang halus

2 lembar daun jeruk, rajang halus

1 batang seledri, rajang halus

2 sdm kelapa parut sangrai

1/2 sdt garam

1/4 sdt lada bubuk

100 ml minyak untuk menggoreng

 

Bumbu Halus:

2 siung bawang putih

4 siung bawang merah

5 buah cabai keriting merah

1 ruas kunyit

 

Cara Membuat:

Kocok telur bersama tepung terigu dan tepung beras sampai rata. Masukkan garam, lada, dan bumbu halus, kocok sampai benar-benar rata.

Masukkan rajangan daun kunyit, daun jeruk, daun bawang, daun seledri, dan kelapa parut sangrai; aduk rata.

Panaskan minyak dalam wajan dengan api sedang. Tuangkan adonan, kecilkan api, lalu tutup wajan. Masak selama 7 menit, sampai adonan 3/4 matang atau bagian bawah berwarna kecokelatan dan bagian tengah tidak terlalu cair.

Balik adonan dengan cara angkat telur dadar dengan serok masak lalu balik. Masak selama 5 menit atau sampai bagian bawah berwarna kecokelatan.

Angkat, tiriskan.

 

Dicoba dirumah ya. Semoga menginspirasi! 

Saat sudah mulai hangat, potong sesuai selera. Sajikan.  

 

Tumis Kangkung Tauco Dengan Telur Puyuh

Hai!

Aku sering banget laper mata buat beli bahan-bahan makanan yang menarik dan bikin penasaran untuk dicoba. Dari sekian bahan makanan yang aku beli, salah satu bahan makanan yang sudah nongkrong lama di lemari adalah Tauco Medan Cap Boldu Ayam. Padahal waktu mau beli tuh udah kepikiran bikin ini itu, tapi akhirnya baru dibuka setelah beberapa bulan kemudian.

Sebenarnya tauco mudah sekali ditemui di Jogja, tapi entah kenapa aku gak pernah menemukan tauco dengan bulir kedelai yang masih banyak dan utuh. Lalu algoritma sosial media pun bekerja. Muncul lah video mbak Ade Putri dan kawan-kawannya mengunjungi pabrik pembuatan tauco Medan Cap Boldu Ayam. Aku mulai melihat-lihat unggahan di instagramnya satu persatu. Wah aku amazed sekali dengan proses pembuatan tauco yang masih tradisional.


Proses pembuatannya mengingatkanku dengan drama Korea "Tastefully Yours". Ada episode dimana pemeran utamanya mengunjungi tempat pembuatan doenjang, bumbu masak Korea yang terbuat dari kedelai yang difermentasi. Dilihat-lihat, proses pembuatannya mirip sekali dengan tauco. Dari proses merebus kedelai, peragian, penjemuran di bawah sinar matahari, bahkan proses pemeramannya sama-sama menggunakan tembikar. Bedanya doenjang kedelainya dihancurkan dan tauco tidak. Kebetulan aku punya doenjang di kulkas, aku coba bandingkan rasanya, wah ternyata memang mirip. Dari rasa asin, nutty, dan aroma khas makanan fermentasi. Walaupun cita rasanya mirip, tapi sepertinya doenjang gak bisa menggantikan peran rasa tauco dalam masakan Nusantara.

Dan kemaren aku menambahkan tauco Medan ini ke dalam Tumisan Kangkung dengan Telur Puyuh yang aku masak. Ternyata jadi lebih spesial ya. Ada aroma khas tauco yang bikin tumisan kangkung makin nikmat, apa lagi dimakan bersama nasi hangat dan telur dadar. Duh, nikmat dunia!

Besok masak apa lagi ya pakai tauco Medan ini? Sayur tauco Medan? Sapo Tahu? Atau ada ide lainnya?

 

Tumis Kangkung - Telur Puyuh

Bahan-bahan:

1 ikat kangkung, petiki

8-10 butir telur puyuh

2 siung bawang putih, iris halus 

4 siung bawang merah, iris hakus

3 buah cabai keriting merah, iris serong

1/2 buah tomat ukuran sedang, potong jadi 4 

2 potong lengkuas 

1 sdm tauco Medan

1 sdm saus tiram 

1 sdt gula jawa

1/4 sdt lada halus

minyak untuk menumis

 

Cara Membuat:

Panaskan 4 sendok makan minyak dalam wajan dengan api sedang. Tumis bawang putih dan bawang merah sampai layu. Masukkan cabai keriting merah, tomat, dan lengkuas tumis sampai harum.

Masukkan tauco, saus tiram, gula jawa, lada, dan telur puyuh. Aduk rata.

Besarkan api, masukkan kangkung. Aduk-aduk sampai kangkung melunak. Kecilkan api, koreksi rasa. Jika sudah pas, matikan api.

Angkat, sajikan. 

 

 

Semoga menginspirasi!  

 

Tuesday, 7 April 2026

Ayam Goreng Bawang Putih

Holaa~

Di blog sebelumnya aku sudah share resep Kari Pakis dengan Keputren, dan kali ini aku akan berbagi resep lauk pendampingnya yang sudah aku ceritakan sebelumnya, yaitu Ayam Goreng Bawang Putih. Sajian ini mudah sekali membuatnya. Sebenarnya resep dan video cara membuatnya sudah aku share di Instagram dan TikTok. Namun rasanya kurang afdol kalau gak aku tulis di blog. Selain itu, aku juga lebih nyaman melihat resep dalam bentuk tulisan. Kalau harus cari di social media rasanya lebih repot. Ada yang setuju?

Resep Ayam Goreng Bawang Putih ini aku dapat dari twitter, lalu aku modifikasi lagi sesuai seleraku. Rasanya gurih, garing di luar, daging ayamnya juicy, makin ciamik dipadu dengan  bawang putih goreng yang gurih dan aromatik. Dimakan dengan nasi hangat dan sambal bawang; wah nikmat sekali! Dipadu dengan Kari Pakis yang aku buat kemaren pun solid enak. Ah cuma deskripsiin aja udah bikin laper.

Bisa dibilang, resep ini termasuk resep yang luwes. Kalau ingin agak pedas bisa ditambah cabai bubuk, kalau mau lebih aromatic bisa ditambah ketumbar bubuk lebih banyak. Atau seperti yang aku buat kemaren, karena ingin ada aroma daun kari, aku tambahkan daun kari pada saat proses menggoreng. Bahkan kalau bumbu sisa, masih bisa untuk menggoreng terong, tempe, atau pun tahu. Jadi, apa itu bahan makanan sisa?

 

Ayam Goreng Bawang Putih


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bahan-bahan:

500-600 gr daging ayam, potong bite size

10 siung bawang putih berkulit, geprek namun jangan sampai hancur

3 sdm tepung tapioca

3 sdm tepung maizena

50 ml air

Minyak untuk menggoreng

 

Bumbu Halus:

5 siung bawang putih

4 siung bawag merah

1 sdt garam

½ sdt kaldu bubuk (atau penyedap andalanmu)

1 sdt ketumbar bubuk

¼ sdt lada  bubuk

 

Cara Membuat:

Lumuri daging ayam dengan bumbu halus secara merata. Diamkan selama minimal 15 menit agar bumbu meresap sempurna.

Masukkan air, tepung maizena dan tepung tapioca, aduk rata.

Panaskan minyak dalam wajan dengan api sedang. Goreng ayam sampai keemasan. Masukkan bawang utuh geprek, goreng sebentar sampai ayam berwarna kecokelatan dan bawang putih berwarna keemasan.

Angkat, sajikan,

 

 

Selamat mencoba, dan semoga menginspirasi!

Sunday, 5 April 2026

Kari Pakis Dengan Keputren


Hey ho!

Beberapa waktu lalu aku belanja di pasar Kranggan dengan niat hati beli sayur untuk stok jualan. Lalu mataku tertuju dengan satu sayuran hijau yang gak umum untuk orang Jogja. Fiddleheads atau biasa kita sebut Pakis. Sayuran ini memang agak jarang ditemui di Jogja, bahkan aku pernah ketemu di Superindo dengan ikatan kecil dan harganya bikin batuk kecil. Agak mahal ya bun. Ndilalah harga Pakis di pasar cuma 6.000 per ikat. Tanpa pikir panjang, langsung bungkus dua ikat pakis, padahal belum tahu mau dimasak apa.

Lalu teringat kapan lalu aku pernah makan Gulai Pakis di acara Makan Tengah di Warung  Pelan-Pelan, dan saat itu yang memasak adalah La Ode Master Chef Indonesia. Langsung punya ide untuk masak Gulai Pakis deh. Setelah buka-buka kulkas dan lemari, aku menemukan bumbu kari yang sudah lama nongkrong di lemari. Berhubung sedang mager buat prepare bumbu gulai, akhirnya aku memutuskan untuk memasak Kari Pakis dengan Keputren alias jagung muda. Dan untuk lauknya, aku memasak Ayam Goreng Bawang Putih. Untuk resepnya aku tulis di blog selajutnya ya.

Mengolah pakis ternyata cukup mudah. Tinggal petiki pucuk batang pakis yang masih muda dan belum berkayu, dan untuk daunnya pilih yang muda. Memasaknya juga sebentar, seperti memasak kangkung atau bayam. Untuk rasa dan tekstur mirip kangkung dan tidak ada bau langu sama sekali. Sepertinya lain waktu mau beli pakis lagi ah!

 

Kari Pakis dengan Keputren

 

Bahan-bahan:

2 ikat Pakis, petiki pucuk dan daun mudanya

4-5 buah Keputren, iris setebal 1/2 cm 

3 siung bawang putih, iris halus

4-5 siung bawang merah, iris halus

2 sdm kari bubuk instan (aku pakai merek Desaku)

4 buah cabai merah keriting, potong-potong

2 potong lengkuas

65 ml santan instan

100 ml air

1 sdt garam

1 sdt gula jawa

1/4 sdt lada bubuk 

minyak untuk menumis

 

Cara Membuat:

Panaskan minyak dalam wajan, tumis bawang putih  dan bawang merah sampai harum. Masukkan cabai dan lengkuas, tumis sampai cabai layu. Masukkan air, masak hingga mendidih.

Masukkan keputren dan bubuk kari instan, masak kembali selama 5 menit. Lalu masukkan pakis, santan, garam, gula jawa, dan lada bubuk. Masak kembali dengan api sedang sambil diaduk-aduk sampai pakis matang.

Koreksi rasa. Jika sudah pas, matikan api.

Angkat, sajikan.

 

Semoga menginspirasi! 

Wednesday, 1 April 2026

Mie Kopyok Semarang


Hai hai!

Sebelumnya, mohon maaf lahir batin untuk blog-ku yang sangat jarang aku sentuh. Semoga ke depannya aku bakal isi dengan banyak hal, terutama cerita-ceritaku tentang kuliner dan gastronomi. Ya ya ya, hampir tiap tahun rutin menulis blog jadi resolusi yang bisa dibilang omong kosong, tapi ayo coba lagi di tahun 2026 ini. Ada aamiin?!

Kali ini aku mau berbagi resep salah satu sajian yang aku buat untuk misi menghabiskan sisa ketupat Lebaran kemaren. Karena cuaca Jogja panas terus, jadi butuh yang seger dan gak berat. Jadi sebelumnya aku sudah olah ketupat jadi Tahu Guling "Mbantul" yang resepnya sudah aku share disini.

Karena umur ketupat ini hampir habis alias expired 2 hari lagi, aku putar otak mau dibikin apa. Tiba-tiba mama cerita waktu kuliah di Undip dan hari-harinya waktu di Semarang. Ah, keluar lah ide bikin Mie Kopyok aja!

Oh by the way, ada cerita menarik tentang Mie Kopyok di keluargaku. Jadi orangtuaku punya aku dan kakakku setelah 2 tahun pernikahan. Suatu hari orangtuaku main ke rumah budhe di Semarang, mereka makan Mie Kopyok yang langganan mama waktu masih tinggal di sana. Selang beberapa lama, mamaku hamil kakakku. Lucunya, hal yang sama terjadi di kehamilan mama yang kedua, yaitu aku. Memang kehendak Tuhan aja sebenernya, tapi kok ya bisa sama persis.

Lalu cerita ini selalu jadi ice breaking almarhum papa tiap ada saudaranya yang udah menikah tapi belum punya anak. Beliau selalu menyarankan main ke Semarang buat makan Mie Kopyok biar cepet hamil. Surprisingly banyak yang coba dan ada yang berhasil. Dan cerita ini aku ceritakan juga ke teman-temanku yang lagi promil. Haha..

Kembali ke Mie Kopyok. Sajian khas Semarang ini bikinnya gampang sekali, bahannya pun sangat sederhana. Isiannya ada potongan ketupat, mie kuning, tahu pong, tauge rebus, kuah gurih, remukan kerupuk gendar, irisan seledri, bawang goreng, dan kecap manis. Tambah sambal ulek kalau suka. Walaupun sangat sederhana, tapi rasanya ringan dan cocok sekali dimakan waktu siang-siang.

 

Mie Kopyok Semarang


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bahan-bahan:

2-3 buah ketupat, potong-potong

250 gr mie kuning basah (bisa diganti mie telur)

5-6 potong tahu pong

2 genggam tauge panjang

Bahan Kuah:

3-4 siung bawang putih, haluskan

1 1/2 sdt garam

1 blok kaldu sapi atau ayam (bisa ganti totole atau penyedap lainnya)

1/2 sdt merica bubuk 

1500 ml air 

Pelengkap:

Kerupuk gendar

Irisan seledri

Bawang Goreng

Kecap manis

 

Cara Membuat:

Rebus sebentar tahu pong, tauge, dan mie kuning secara terpisah. Sisihkan.

Kuah: Rebus air sampai mendidih. Masukkan bawang putih, garam, merica halus, dan kaldu blok, masak selama 15 menit. Koreksi rasa. Jika sudah pas, matikan api.

Penyelesaian: Tata irisan ketupat, mie kuning, irisan tahu pong, tauge, lalu siram dengan kauh secukupnya. Beri remukan kerupuk gendar, irisan seledri, bawang goreng, dan kecap manis secukupnya. Sajikan.

Catatan: Jika ingin pedas, beri cabai rawit yang digerus di piring sebelum penyelesaian.

 

Dicoba di rumah ya! Semoga mengispirasi!