Wednesday, 7 August 2019

Jalan-jalan di Purwokerto

Holla!

Apa kabar semua? Baik kan? Baik dong! Lama banget gak buka blog, padahal rajin ngeblog adalah resolusi tiap tahun. Bukan masalah sibuk juga sih, tapi adanya instagram dan twitter tuh bikin mager buka blog. Ini aja buka blog karena beberapa teman aku bilang kadang suka bolak-balik buka blog aku kalau lagi iseng. Ya terketuk lah hati hamba untuk ngeblog lagi..



Nah, jadi dua minggu lalu aku pergi ke Purwokerto bareng Mama, mas Yudha, Pakdhe, dan Uwa' aku dalam rangka main ke rumah kakak sepupuku yang merupakan anaknya Pakdhe dan Uwa' aku. Selain itu kami juga mau ke Cilacap karena Uwa' aku yang lain mau pergi haji. Anyway, aku baru tau ternyata naik kereta ke Purwokerto gak perlu beli tiket yg tujuan ke Jakarta ya. Murah sekali, kami pakai kereta Joglo Semar Kerto tiketnya cuma Rp 104.000,- sudah pakai kereta eksekutif pula. Tolong dimaklumi karena aku jarang sekali naik kereta, katrok akutuu...




Kami berangkat pagi-pagi sekali, pukul tujuh kurang kereta sudah berangkat. Perjalanan yang ditempuh selama kurang lebih 3 jam, lumayan cepat. Sampai di Purwokerto kami di jemput kakak sepupuku, makan siang di Bumbu Ireng Yu San, dan lanjut pulang untuk istirahat. Btw, entok goreng bumbu irengnya Yu San enak juga, porsinya banyak pula! Dan sorenya kami ke Cilacap, gak terlalu jauh juga ternyata dari Purwokerto, waktu yang ditempuh hanya 1 jam pakai mobil. Sesampainya di rumah Uwa', kami disuguh banyak makanan sampai kami yang rencana mau jajan di Cilacap jadi batal karena udah keenakan makan sampai kenyang, hehe. Sayangnya aku gak sempat foto-foto karena keasikan ngobrol. Jarang-jarang bisa kumpul begini, apalagi main ke Cilacap.

Mamaku, cantikku :)

Gak kerasa sudah malam sekali, kami memang gak berniat menginap jadinya malam itu juga kami balik ke Purwokerto.

Paginya kami mageeeer banget, rencana mau pulang hari itu juga diundur jadi keesokan hari. Ya gimana dong, jarang-jarang kami jauh dari warung karena biasanya tiap pagi grusa-grusu ngurusin buat warung, eh pagi itu kami gak ada kegiatan kecuali ngecek kelengkapan warung dari anak-anak. Nah, jeleknya karena kami mager kami jadi males mau cari sarapan. Sampai jam 10, akhirnya anakonda kami brutal minta makan alias lapeeer banget. Untung GoFood udah masuk ke Purwokerto, pesan makanan gak perlu pergi ke tempatnya. Terimakasih untuk Nadiem Makarin dan team, kalian memang penyelamat manusia-manusia berjiwa mager!

Pagi itu kami GoFood soto sokaraja, sayangnya aku lupa nih nama warungnya, pokonya yang punya banyak cabang deh. Kali itu adalah pertamanya aku makan soto sokaraja, kebetulan yang kami pesan soto daging dan babat. Isinya ada daging dan babat tentunya, tauge, kubis, bihun, ketupat, dan kuahnya itu loh..gurih-gurih nikmat! Oh ya yang bikin unik adalah sambelnya, pakai sambel kacang yang bikin kuahnya makin kaya rasa. Kalian cobain deh kalau main ke Purwokerto.

Setelah kenyang makan soto, siangnya beli tiket pulang di stasiun. Aku pikir karena hari biasa, pembelian tiket jadi gak terlalu ramai. Ternyata tidak, justru ramai sekali dan hampir aja gak dapat tiket pulang. Fyuuuh!



Sehabis beli tiket, kami mampir beli oleh-oleh di Pusat Oleh-oleh Tetap Asli di dekat Moro Mall. Dan ternyata di sana ada pabrik Nopia, snack khas dari Purwokerto. Setelah beli oleh-oleh, kami ditawari untuk lihat proses pembuatan nopia. Wah dengan senang hati dong!

Mino alias Mini Nopia

Untuk yang belum tahu, Nopia adalah snack khas Banyumas (selain tempe mendoan dan getuk goreng), bentuknya bundar, berwarna putih, dan teksturnya keras tapi kalu digigit dalamnya kopong dan ada isian  manis legit gula jawa. Nopia punya nama yang berbeda-beda, tergantung ukurannya. Yang berukuran besar namanya Nopia, yang ukurannya kecil namanya Mino alias Mini Nopia, dan yang bentuknya seperti bibir dan ada taburan biji wijennya namanya Toso. Nopia juga punya banyak rasa, ada original, pandan, durian, coklat, dan lain sebagainya.






Sayangnya aku gak bisa lihat proses pemanggangannya, tapi untungnya aku masih bisa lihat proses pemanasan alat pemanggangnya. Aku pikir pakai oven konvensional, ternyata memakai oven tradisional yang terbuat dari tanah liat yang berbentuk gentong besar yang dilapisi anyaman bambu. Sebelum dipakai, oven harus dipanaskan dulu dengan cara membakar kayu dan tempurung kelapa di dalamnya. Setelah kayu dan tempurung menjadi abu, sisa pembakaran dikeluarkan dengan cara menelungkupkan oven. Baru deh adonan nopia dipanggang dengan cara menempelkan adonan kesisi dalam oven, lalu ditutup dengan tampah sampai nopia dirasa matang. Unik ya!

Setelah membeli oleh-oleh, kami balik pulang. Belum sampai ganti baju, eh mas aku tiba-tiba nyeletuk "dek, GoFood Chicking yuk!". Astaga gembul kali loh. Aku tolak ajakannya? Tentu tidak! Hahaha..

Sumber https://www.instagram.com/chicking.purwokerto/

Kata temen mas Yudha yang anak Purwokerto, Chicking ini kono katanya rasanya mirip ayam goreng Al Baik; ayam goreng legend di Mekkah itu loh. Ya kenyataannya memang sih gak mirip, tapi sejujurnya rasanya enak banget, beda sama ayam goreng kebanyakan. Ada citarasa Timur Tengahnya dan nasinya pakai nasi briyani loh, pakai beras basmati juga. Terniat!

Karena Chicking ini baru aja masuk di Purwokerto, jadi belum gabung sama GoFood. Karena mas Yudha udah pengen banget tapi mager, akhirnya kakakku satu ini telpon Chicking. Dan dengan pedenya bilang "Mas, bisa gosend gak?". Diiyakan dong!

Jika Amerika punya McDonald's atau KFC, di Dubai ada Chicking yang terkenal. Konsepnya fast food dengan menu andalan ayam panggang (grilled chicken), meski ada juga ayam goreng tepung (fried chicken). Chicking didirikan tahun 2000 oleh pengusaha India, MR. A.K. Mansoor di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Resto bernuansa merah ini lalu membuka gerai di 8 negara lain dengan mengusung makanan halal sebagai keunggulan. (Sumber : Detik Food)

Chicking adalah Jaringan Internasional Resto Halal dari Dubai, Uni Emirat Arab yang secara historis dikonsepkan di Dubai. Gerai Chicking pertama kali didirikan pada tahun 2000 dan sejak saat itu Chicking telah berkembang menjadi sangat populer di lebih dari 15 negara dengan lebih dari 130 gerai, antara lain di Dubai, Oman, India, Afghanistan, Maldives, Ivory Coast, Pakistan, Malaysia,Indonesia, United Kingdom, Amsterdam (Belanda), Brunei, China, Australia dan New Zealand. (Sumber : Suara Purwokerto)

Untuk di Indonesia sendiri, Chicking sudah membuka beberapa gerai di Jakarta, Tangerang, Depok, Palembang, dan Purwokerto. Wah kira-kira kapan nih masuk ke Jogja? Kayaknya bakal masih lama, but who knows..

Dan malamnya, Mas Yudha ngajak makan (lagi) di Resto All You Can Eat. Kali itu ngajak Emil, salah satu ponakanku. Sejujurnya aku lupa nama tempat makannya, pokoknya grilling gitu deh. Tapi di Jogja juga ada yang enak loh, namanya Steak Addict. Uhukk, mampir ya kalau kalian ke Jogja :p

Sumber: Cinemapoetica


Sehabis makan, kami diajak nonton Stuber sama teman mas Yudha yang tinggal di Purwokerto. Yang menarik buat aku justru bukan filmnya, tapi malah tempat bioskopnya. Namanya Rajawali Cinema, satu-satunya bioskop lawas yang masih beroperasi di Purwokerto. Bioskop ini sudah beroperasi sejak tahun 1980an. Walaupun jadul, bioskop ini sudah modern loh. Yang membuat bioskop ini masih terasa jadul adalah penampakan gedung bioskop dari luar. Poster dan jadwal penayangan masih dilukis dengan cara manual, khas bioskop jaman dulu. Keren ya!

Keesokan paginya kami pulang ke Jogja, kembali ke rutinitas bolak-balik warung lagi demi cuan..dan berkah tentunya. Ah liburan singkat yang sangat menyenangkan dan mengenyangkan. Gak tau deh naik berapa kilo, yang jelas sih pipi menggembul. Hihi..

Sekian cerita yang nirfaedah ini, semoga ada hikmah yang bisa dipetik. Kalau gak ada yang dipetik, ya terima kasih sudah membaca deh :p

Have a nice day!

Saturday, 23 June 2018

Nugget SoGood Kari Jepang

Ingin membuat chicken katsu curry khas Jepang tapi tidak mau repot? Resep ini mungkin bisa jadi referensi kalian.


Sebelumnya, Selamat Hari Raya Idulfitri 1439 H! Mohon maaf lahir dan bathin, selamat para pemimpin rakyanya makmur terjamin! Loh malah nyanyi, haha..

Bagaimana liburan Lebarannya? Jatah cuti bersama tahun ini ditambah, pasti puas dong liburan tahun ini. Bisa berlama-lama berkumpul dengan keluarga, makan masakan keluarga bersama-sama, bermain dengan keponakan, bercerita dengan om dan tante, ah memang saat-saat seperti ini rasanya bikin malas beranjak ke rutinitas ya. Tapi gak boleh terlalu terlena dengan euphoria liburan dong, kita harus produktif demi masa depan yang cemerlang. Betul tidak, saudara-saudara?

Bulan Ramadhan tahun ini terasa berjalan cepat banget ya. Padahal sepertinya baru kemarin sholat Tarawih pertama, kok tiba-tiba sudah Lebaran aja. Tahun ini Alhamdulillah aku lebih sering berbuka di rumah, dan juga beberapa kali saudara berkunjung ke rumah untuk berbuka puasa bersama. Jadi bulan Ramadhan tahun ini cukup ramai dan seru. Salah satu keponakanku, Una namanya, lumayan sering berbuka puasa di rumah. Pengen berbuka puasa dengan masakan tante Iya’ katanya. Ya gimana gak seneng masakan tante Iya', tiap berbuka puasa aku masakin sosis atau nugget karena anak ini gak bisa makan pedas, jadi mau gak mau aku masakin sesuatu yang gak pedas. Khusus buat si anak kecil yang sebentar lagi jadi anak SD.

Di minggu terakhir puasa, Una dan bundanya berbuka puasa di rumah; kali itu gak dadakan seperti biasanya. Dan untuk ke tiga kalinya dalam bulan puasa mama minta dimasakin Kari Jepang lagi, toh rasanya gak pedas jadi Una pasti bisa lah ikut makan. Una juga sudah wanti-wanti minta dimasakin nugget. Baiikk, tercetuslah ide bikin Nugget Kari Jepang. Ah untung aku selalu sedia nugget SoGood di freezer, jadi gak perlu repot-repot beli dulu deh. Oiya, aku juga membuat coleslaw untuk mengimbangi rasa Kari yang gurih. Gak nyangka Una doyan loh, sampai coleslawnya pun habis. Keponakan doyan, tantenya happy deh!


Nah, kali ini aku mau berbagi Resep salah satu masakan rumah khas Ramadhan yang sudah aku ceritakan tadi, yaitu Nugget Kari Jepang dan Rainbow Coleslaw. Perpaduan nugget SoGood, saus kari jepang, dan coleslaw yang segar tuh bagaikan Detektif Tiga Serangkai, klop banget! Lalu, nugget yang aku pakai dalam resep ini adalah varian Nugget SoGood Dino Bites, jadi sajian semakin menarik deh. Tapi kalau mau pakai nugget SoGood varian lainnya oke juga kok dan rasa tentunya sama enaknya. Yummy!

Dan dalam resep ini aku tidak menggunakan Japanese curry block yang siap pakai, karena aku sendiri masih meragukan ke-Halal-an curry block yang beredar di pasaran jadi aku main aman aja deh dengan membuat sendiri curry paste-nya yang InsyaAllah Halal. Mantap Jaya!

Resep Nugget SoGood Kari Jepang dan Rainbow Coleslaw


Resep Nugget SoGood Kari Jepang


Bahan-bahan:
  • 400 gr Nugget SoGood Dino Bites
  • 1 ½ sdm margarine atau butter
  • 2 sdm tepung terigu
  • 2 sdt bubuk kari
  • 1 ½ sdm saus tomat
  • 700 ml air
  • 125 gr wortel, potong dadu
  • 100 gr kentang, potong dadu
  • 80 gr bawang Bombay, iris besar
  • 1 batang daun seledri
  • 1 sdt gula
  • ½ sdt kaldu ayam bubuk
  • garam dan gula secukupnya
  • Minyak untuk menggoreng 


Cara Membuat:
  • Panaskan margarine dalam panci sampai meleleh, masukkan tepung terigu dan bubuk kari, aduk-rata sampai wangi kari tercium. Masukkan saus tomat dan air sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk. Masukkan kentang, wortel dan daun seledri, masak kembali selama 10 menit dengan api sedang.


  • Sambil menunggu kari, goreng Nugget SoGood Dino Bites sampai coklat keemasan. Angkat, sisihkan.

  • Masukkan bawang Bombay, garam, merica, gula, dan kaldu bubuk ayam; aduk rata dan masak kembali selama 5 menit.

  • Matikan api, sisihkan.
  • Tata nasi hangat, nugget  SoGood Dino Bites, saus kari jepang, taburan daun bawang, dan beri salad.
  • Sajikan.

Resep Rainbow Coleslaw


Bahan-bahan:

  • 50 gr kol ungu, iris tipis
  • 50 gr kol putih, iris tipis
  • 45 gr wortel, serut kasar
  • ½ buah bawang Bombay ukuran sedang, iris tipis
  • 4 sdm mayonais
  • 1 sdm mustard
  • 1 sdm madu
  • sejumput merica hitam
  • 2 sdm air matang


Cara Membuat:
  • Campurkan mayonais, mustard, madu, merica hitam, dan air matang, aduk rata. Tuang saus diatas irisan kol putih, kol ungu, bawang Bombay, dan serutan wortel; campur rata.

  • Sajikan Rainbow Coleslaw dengan Nugget Kari Jepang.


Tips: Kalau ingin pedas bisa menambahkan bubuk cabai atau saus sambal. Dan supaya mendapatkan coleslaw yang segar, gunakan bahan yang segar pula ya. Termasuk bawang bombay, gunakan bawang bombay yang belum layu. Karena jika menggunakan bawang bombay yang layu maka aroma bawangnya akan sangat kuat. 

Mudah kan membuatnya? Jangan lupa praktekkan di rumah ya! Yang sudah mempraktekkan, comment di bawah ya!

Semoga Menginspirasi!

#MasakanRumahKhasRamadhan #SogoodXbpn #LebihBaikSoGood