Sunday, 22 April 2018

Resep Lodeh Rebung Yang Nikmat

Hai hai!

Wah lama banget ya aku gak share sesuatu di blog. Kalau rumah kosong udah banyak debu sama sarang laba-laba deh kayaknya, hehe..

Kalau orang Jawa pasti udah gak asing sama sajian tradisional satu ini, Lodeh. Sajian bersantan ini umumnya terdiri dari sayur-sayuran, seperti labu siam, daun melinjo, kacang panjang, tahu pong, rebung, atau pun pucuk kembang melinjo alias "uceng". Dan kali ini aku mau share resep Lodeh Rebung yang sebenarnya udah aku share di Instagramku beberapa bulan lalu.

Terkadang orang males masak rebung karena kadang suka pahit. Kalau kata mama, rebung yang pahit biasanya karena rebung terlalu tua atau memang jenisnya yang pahit. Sebelum beli, tanyakan dulu jenis rebungnya. Jangan pilih rebung tapi karena rasanya cenderung pahit, pilih rebung pethung yang rasanya dijamin gak pahit.

Oh ya, di resep Lodeh Rebung ini aku menggunakan penyedap andalan "wong jowo". coba tebaak?! Yak, tempe semangit alias tempe bosok. Tapi kalau gak suka bisa dihilangkan kok dan rasanya gak kalah nikmatnya. 

Resep Lodeh Rebung



Bahan-bahan:

  • 300 gr rebung rebus, iris2 tipis
  • 400 ml santan dari 1/2 buah kelapa
  • 500 ml air
  • 4 siung bawang putih
  • 6 siung bawang merah
  • 3 buah cabai keriting merah, iris serong
  • 3 buah cabe keriting hijau, iris serong
  • 4 buah cabe rawit, iris serong
  • 2 potong lengkuas
  • 2 lembar daun salam
  • 1 buah tomat ukuran sedang, belah jadi 4
  • 50 gr tempe semangit, potong dadu (bisa diskip)
  • 5 lenjer kacang panjang, potong2 2 cm
  • 50 gr tahu pong kecil
  • 1 genggam daun melinjo muda
  • 5 mata petai
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdt gula
  • 1/4 sdt merica
Cara Membuat:
  • Rebus air, masukkan bawang putih, bawang merah, lengkuas, daun salam, tomat dan tempe semangit; masak sampai mendidih. Masukkan rebung, tahu pong, cabe, dan kacang panjang; masak kembali.
  • Masukkan santan, gula, garam, dan merica; masak sampai hampir mendidih. Cicipi, jika kurang garam atau gula bisa ditambahkan.
  • Terakhir, masukkan daun melinjo dan petai. Matikan api.
  • Sajikan.

Semoga Menginspirasi!

Tuesday, 6 February 2018

Dorayaki Kesukaan Doraemon

Holla,

Selamat bulan kedua tahun 2018! Gak kerasa kan waktu cepet berlalunya, kayaknya baru kemarin tahun barunya eh ternyata sekarang udah bulan februari aja. Time flies sooo fast!

By the way, kali ini aku mau share resep masakan yang terinspirasi dari kartun kecintaanku waktu kecil, yang sering aku tonton tiap minggu pagi; yaitu makanan favorite-nya Doraemon. Yap Dorayaki!

Robot kucing ini selalu mention kalau dia cintaaa banget sama jajanan yang namanya dorayaki ini. Karena akses informasi jaman dulu tuh gak segampang sekarang, aku gak tau dorayaki yang sebenarnya tuh kayak apa, bisanya bayangin doang. Sampai pernah aku dibohongin sepupuku, katanya dorayaki tuh serabi. Serabi di Kebumen kan disajiinnya ditangkup macam dorayaki gitu, ya aku jadi antara percaya gak percaya (haha, polos banget!). Pas udah agak gedean, baru tau deh kalau dorayaki dan serabi itu beda banget..yaiya lah!

Dorayaki hampir seperti pancake yang ditangkupkan dan ditengahnya selalu ada isiannya. Isiannya bisa bermacam-macam, bisa pasta kacang merah, chesnut, selai cokelat, keju, dan lain sebagainya. Jajanan ini memang gak asing ditelinga ya, tapi sayangnya jarang sekali yg menjajakan makanan ini. Hmm..

Sebenarnya ini bukan kali pertama aku bikin Dorayaki, dulu aku juga pernah bikin, resepnya pernah aku share di blog cuma aku gak share resep isiannya. Tapi kalau mau lihat resep yang dulu, bisa klik disini. Resepnya hampir sama, tapi ada beberapa yang aku ubah sedikit. Hasilnya sama lembutnya, manisnya pun pas!

Resep Dorayaki Kacang Merah


Bahan-bahan:
  • 100 gr gula pasir
  • 2 sdm madu
  • 1/4 sdt garam
  • 4 butir telur
  • 160 gr tepung terigu
  • 1/2 sdt baking powder
  • 4 sdm air
  • Minyak untuk mengoles
Bahan-bahan Red Bean Paste:
  • 100 gr kacang merah kering, rendam semalaman
  • 75 gr gula
  • 1 ikat pandan
  • 500 ml air
Cara Membuat:
  • Red Bean Paste: Masukkan kacang merah, air dan daun pandan; rebus sampai kacang empuk dan matang. Masukkan gula, masak kembali sampai air tinggal sedikit. Angkat, dinginkan. Buang daun pandan, blender kacang merah sampai halus. Jika hasilnya tidak kalis, masak kembali adonan sampai adonan agak kalis. Sisihkan.
  • Dorayaki: Kocok telur, gula, garam, dan madu sampai berbusa. Masukkan tepung terigu dan baking powder, aduk rata. Diamkan adonan selama 15 menit. Setelah itu masukkan 4 sdm air, aduk rata.
  • Panaskan wajan anti lengket dgn api kecil, beri minyak sedikit lalu lap dgn tisu. Jika sudah panas, masukkan adonan 1 sendok sayur ke atas wajan, tunggu selama 5 menit, lalu balik. Panggang sampai matang, angkat. Ulangi sampai adonan habis.
  • Penyelesaian: ambil satu pancake, beri 1-2 sdm isian, lalu tangkupkan dgn pancake lainnya. Cubit2 ujungnya sambil sedikit dipadatkan.
  • Sajikan.

Selamat Mencoba!


Wednesday, 31 January 2018

My Acne Journal : Sabun Lux Batangan Untuk Jerawat?

Hai hai,

Sebelumnya, terima kasih untuk antusianya membaca blog-ku mengenai "My Acne Journal" yang sejauh ini masih menjadi post paling banyak dibaca, gak nyangka! Memang masalah jerawat nih gengges banget ya?

Sejujurnya aku gak ada niat untuk terusin "My Acne Journal" karena tahu sendiri kan aku gak beauty enthusiast banget. Tapi surprisingly banyak banget yang nanyain tentang dokter yang aku kunjungi, berapa kali aku ke dokter, selepas dari dokter skincare-ku apa, dan lain sebagainya. Tapi aku bukan beauty expert, jadi aku jawabnya seadanya. Salah satu pertanyaan yang paling ditanyakan atau kata kunci yang paling sering diketik yaitu "Sabun Lux untuk jerawat". Baik!

Disini aku akan menceritakan bagaimana si sabun batang lux ini bisa "menyembuhkan" jerawatku yang alamakjang besar-besar itu. Aku gak akan menceritakan kandungan apa yang membuat sabun ini bisa bagus buat kulitku, karena sekali lagi I'm not a beauty expert. 

Seperti yang sudah aku ceritakan di My Acne Journal, pada saat itu aku sedang jerawatan parah lalu aku datang ke dokter Widodo dan beliau memberikan resep obat oral, krim totol jerawat, dan beberapa anjuran; salah satunya menggunakan sabun Lux putih batangan. Aku cukup lama menggunakan sabun Lux batangan ini sebagai facial wash, sekitar satu tahun lebih sepertinya. Sampai akhirnya memberanikan diri menggunakan facial wash lain walaupun memakainya selang-seling dengan sabun batang Lux. Perlu diketahui kalau kondisi kulitku berminyak, acne prone, dan lumayan sensitif alias reaktif.


Dua Sabun Lux putih batangan yang aku pakai.
(source: google.com)

Sabun batang lux ini murah sekali, harganya sekitar 3000-an; gimana gak underestimate deh, mengingat facial wash paling murah di mini market aja pasti belasan ribu kan harganya? But surprisingly, bisa cocok sama kulitku yang waktu itu sensitifnya gak kira-kira, gak bikin kering dan kenceng pula. Dan yang paling penting gak bikin purging, sounds good right?

Tapi setelah beberapa bulan penggunaan sabun dan jerawatku sudah mulai "jinak", sadar kalau sabun Lux ini gak bisa menyamarkan jerawat atau mencerahkan kulit wajah. Kalau aku dan teman-temanku perhatikan, kulitku cenderung kusam. Setelah itu aku baru mulai memberanikan diri untuk pakai facial wash yang beneran, tapi pakainya selang-seling dengan sabun lux. Untuk sabun apa yang aku pakai, nanti aku ceritakan di blog selanjutnya ya.

Jadi kesimpulannya, sabun ini gak bisa dibilang sepenuhnya mengobati jerawat, ada faktor lain seperti habit dan skincare yang tepat. Tapi untuk aku, sabun ini sangat membantu kulitku supaya bersih dari minyak atau pun debu kotoran yang melekat dimukaku yang pada saat itu sangat reaktif.  Begitu teman-teman!

Semoga ini bisa menjawab pertanyaan kalian mengenai sabun Lux batangan ini ya!





P.S : Perlu diingat kalau kondisi kulit setiap individu berbeda-beda, reaksinya pun akan berbeda pula. Kenali kulitmu dulu sebelum mencoba, atau ada baiknya jika konsultasikan pada ahlinya.