Monday, 18 July 2016

My Acne Journal : Awal Berjerawat

Holla..

Untuk post kali ini bukan mengenai resep atau kuliner seperti biasa, kali ini aku mau berbagi pengalamanku berobad di dokter spesialis kulit yang tersohor di Jogja, dr. Yohanes Widodo, Sp.KK. Sebelum bercerita tentang pengalamanku berobat dengan beliau, aku akan cerita dulu bagaimana aku bisa berjerawat dan langkah apa saja yang sudah aku coba sebelum ke dokter Widodo. Sebelumnya aku minta maaf untuk post ini tidak mencantumkan foto kondisi kulitku sebelum berobat ke dokter Widodo karena selama berjerawat aku tidak pernah selfie karena tidak pede, even memakai camera 360.

Pada dasarnya kulit mukaku jarang sekali berjerawat, mungkin sesekali sebelum menstruasi, stress, atau setelah pakai heavy make up tapi lupa gak triple cleansing; itu pun hanya ada satu atau dua jerawat yang keluar. Nah tepatnya awal tahun lalu aku ke Jakarta dan baru ingat kalau skin care aku habis semua, akhirnya sampai di apartemen aku membeli sabun muka sembarang di Century. Kalau tanya merk apa, pokoknya merk untuk remaja deh. Baru dua kali pemakaian ternyata gak cocok buat mukaku, mukaku langsung gatal dan keluar jerawat kecil-kecil dan banyak. Sesampai di jogja aku gak langsung ke dokter estetika langgananku, aku malah meneruskan sabun muka yg aku beli di jakarta dengan merk berbeda. Dan aku baru ke dokter langgananku seminggu kemudian. Haa!

Di dokter langgananku ini aku disarankan untuk chemical peeling, aku sih pasrah aja yang penting jerawatku hilang deh. Padahal aku sebenarnya anti loh yang namanya chemical peeling karena kulitku termasuk sensitif, tapi kan ini saran dari ahlinya toh. Selain peeling, aku juga harus mengganti hampir semua produk. Hiks..

Setelah peeling memang muka berasa lebih halus, tapi jerawat masih ada. Beberapa hari setelah peeling jerawat mulai keluar lagi dan lumayan besar-besar, bahkan butiran scrub yang ada di facial wash-ku bisa nyangkut-nyangkut di pori-pori. Oke, akhirnya aku kembali ke dokter langgananku untuk menanyakan kondisi mukaku. Dokter kembali mengganti krim pagiku dan facial wash, lalu menambahkan obat totol jerawat di prescription-ku. Singkat cerita selama pemakaian kulit mukaku jadi kering banget, beberapa spot seperti pipi dan dagu mengelupas, dan sudut bibir rasanya perih banget. Aku merasa ada yang gak beres dengan krim kali ini jadi aku stop pemakaian krim dan aku masih pakai facial washnya karena masih cocok di mukaku.

Aku coba searching produk yang bagus untuk kulit berjerawat, tanya sana-sini, buka youtube, dan akhirnya aku bertemu dengan produk Tea Tree product dari The Body Shop karena banyak sekali yang cocok dengan produk ini dan ampuh untuk menghilangkan jerawat. Produk TBS yang aku pakai facial wash, toner, facial scrub, dan clay mask tea tree, dan seaweed moisturizer. Lainnya sih aku pakai Laneige Water Bank Essence (sudah lama aku pakai) dan acne lotion dari Larissa. Jerawat sih sudah agak sopan, gak sebanyak sebelumnya, tapi masih muncul hilang kayak harapan mantan (loh?!). Kadang masih terasa gatal kalau terkena sinar matahari terlalu lama, even di mobil. Sempat aku nangis-nangis minta pulang karena mukaku merah dan gatal-gatal karena waktu itu sinar matahari di Jogja sedang terik-teriknya. Yap, se-enggak enak itu kalau punya kulit sensitif dan berjerawat.

Aku masih mencoba bertahan sampai akhirnya menjelang Lebaran kemarin aku ke pasar dekat rumah dan penjual-penjual langgananku bilang, "kok jerawatan mbak sekarang?". Tidak sampai di situ saja, di acara bukber SMA aku juga mendapatkan komentar yang sama. Pokoknya pertanyaan tentang jerawatku ini sering banget aku dapat sampai saat ini. Karena aku merasa gak tahan dan keperecayaandiriku makin hilang, akhirnya aku memutuskan untuk wajib berobat ke dokter kulit.

Sahabatku, Gilang, adalah salah satu orang yang sering aku tanya-tanyai mengenai jerawat. Dia mengusulkan aku untuk ke dokter kulit Etnawati yang berhasil menyembuhkan kulit berjerawatnya. Kata Gilang, aku harus datang jam setengah tujuh pagi untuk ambil nomor antrian dan nomor antrian baru bisa diambil jam 9 pagi. FYI, tempat praktek dokter Etna berada di jalan Bumijo. Oh ya, sebelumnya aku berencana untuk ke dokter Kun yang katanya pakarnya kulit berjerawat di Jakarta pada bulan Agustus, tetapi aku sudah tidak sabar pengen cepat-cepat sembuh dari jerawat yah aku urungkan niat untuk ke dokter Kun.

Sebelum aku ke dokter Etna, aku sempatkan untuk browsing dokter-dokter spesialis kulit yang recomended di Jogja. Lalu mataku tertuju ke dokter Yohanes Widodo, dokter kulit senior yang sudah terkenal dari dulu. Tanpa pikir panjang aku langsung ke tempat praktek dokter Widodo. Entah kenapa waktu itu aku mantap sekali untuk berobat kesana dibandingkan ke dokter Etna. Apakah ini jodoh? *tsaah

Nah begitu cerita pengalamanku tentang jerawat, saat post ini ditulis aku sudah 4 hari berobat di dokter Widodo dan sejauh ini sudah terlihat perubahannya. Untuk post selanjutnya aku akan berbagi pengalamanku bisa berobat dengan beliau dan berapa biaya yang aku keluarkan.


See you on my next post!


No comments:

Post a Comment