Tuesday, 7 April 2026

Ayam Goreng Bawang Putih

Holaa~

Di blog sebelumnya aku sudah share resep Kari Pakis dengan Keputren, dan kali ini aku akan berbagi resep lauk pendampingnya yang sudah aku ceritakan sebelumnya, yaitu Ayam Goreng Bawang Putih. Sajian ini mudah sekali membuatnya. Sebenarnya resep dan video cara membuatnya sudah aku share di Instagram dan TikTok. Namun rasanya kurang afdol kalau gak aku tulis di blog. Selain itu, aku juga lebih nyaman melihat resep dalam bentuk tulisan. Kalau harus cari di social media rasanya lebih repot. Ada yang setuju?

Resep Ayam Goreng Bawang Putih ini aku dapat dari twitter, lalu aku modifikasi lagi sesuai seleraku. Rasanya gurih, garing di luar, daging ayamnya juicy, makin ciamik dipadu dengan  bawang putih goreng yang gurih dan aromatik. Dimakan dengan nasi hangat dan sambal bawang; wah nikmat sekali! Dipadu dengan Kari Pakis yang aku buat kemaren pun solid enak. Ah cuma deskripsiin aja udah bikin laper.

Bisa dibilang, resep ini termasuk resep yang luwes. Kalau ingin agak pedas bisa ditambah cabai bubuk, kalau mau lebih aromatic bisa ditambah ketumbar bubuk lebih banyak. Atau seperti yang aku buat kemaren, karena ingin ada aroma daun kari, aku tambahkan daun kari pada saat proses menggoreng. Bahkan kalau bumbu sisa, masih bisa untuk menggoreng terong, tempe, atau pun tahu. Jadi, apa itu bahan makanan sisa?

 

Ayam Goreng Bawang Putih


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bahan-bahan:

500-600 gr daging ayam, potong bite size

10 siung bawang putih berkulit, geprek namun jangan sampai hancur

3 sdm tepung tapioca

3 sdm tepung maizena

50 ml air

Minyak untuk menggoreng

 

Bumbu Halus:

5 siung bawang putih

4 siung bawag merah

1 sdt garam

½ sdt kaldu bubuk (atau penyedap andalanmu)

1 sdt ketumbar bubuk

¼ sdt lada  bubuk

 

Cara Membuat:

Lumuri daging ayam dengan bumbu halus secara merata. Diamkan selama minimal 15 menit agar bumbu meresap sempurna.

Masukkan air, tepung maizena dan tepung tapioca, aduk rata.

Panaskan minyak dalam wajan dengan api sedang. Goreng ayam sampai keemasan. Masukkan bawang utuh geprek, goreng sebentar sampai ayam berwarna kecokelatan dan bawang putih berwarna keemasan.

Angkat, sajikan,

 

 

Selamat mencoba, dan semoga menginspirasi!

Sunday, 5 April 2026

Kari Pakis Dengan Keputren


Hey ho!

Beberapa waktu lalu aku belanja di pasar Kranggan dengan niat hati beli sayur untuk stok jualan. Lalu mataku tertuju dengan satu sayuran hijau yang gak umum untuk orang Jogja. Fiddleheads atau biasa kita sebut Pakis. Sayuran ini memang agak jarang ditemui di Jogja, bahkan aku pernah ketemu di Superindo dengan ikatan kecil dan harganya bikin batuk kecil. Agak mahal ya bun. Ndilalah harga Pakis di pasar cuma 6.000 per ikat. Tanpa pikir panjang, langsung bungkus dua ikat pakis, padahal belum tahu mau dimasak apa.

Lalu teringat kapan lalu aku pernah makan Gulai Pakis di acara Makan Tengah di Warung  Pelan-Pelan, dan saat itu yang memasak adalah La Ode Master Chef Indonesia. Langsung punya ide untuk masak Gulai Pakis deh. Setelah buka-buka kulkas dan lemari, aku menemukan bumbu kari yang sudah lama nongkrong di lemari. Berhubung sedang mager buat prepare bumbu gulai, akhirnya aku memutuskan untuk memasak Kari Pakis dengan Keputren alias jagung muda. Dan untuk lauknya, aku memasak Ayam Goreng Bawang Putih. Untuk resepnya aku tulis di blog selajutnya ya.

Mengolah pakis ternyata cukup mudah. Tinggal petiki pucuk batang pakis yang masih muda dan belum berkayu, dan untuk daunnya pilih yang muda. Memasaknya juga sebentar, seperti memasak kangkung atau bayam. Untuk rasa dan tekstur mirip kangkung dan tidak ada bau langu sama sekali. Sepertinya lain waktu mau beli pakis lagi ah!

 

Kari Pakis dengan Keputren

 

Bahan-bahan:

2 ikat Pakis, petiki pucuk dan daun mudanya

4-5 buah Keputren, iris setebal 1/2 cm 

3 siung bawang putih, iris halus

4-5 siung bawang merah, iris halus

2 sdm kari bubuk instan (aku pakai merek Desaku)

4 buah cabai merah keriting, potong-potong

2 potong lengkuas

65 ml santan instan

100 ml air

1 sdt garam

1 sdt gula jawa

1/4 sdt lada bubuk 

minyak untuk menumis

 

Cara Membuat:

Panaskan minyak dalam wajan, tumis bawang putih  dan bawang merah sampai harum. Masukkan cabai dan lengkuas, tumis sampai cabai layu. Masukkan air, masak hingga mendidih.

Masukkan keputren dan bubuk kari instan, masak kembali selama 5 menit. Lalu masukkan pakis, santan, garam, gula jawa, dan lada bubuk. Masak kembali dengan api sedang sambil diaduk-aduk sampai pakis matang.

Koreksi rasa. Jika sudah pas, matikan api.

Angkat, sajikan.

 

Semoga menginspirasi! 

Wednesday, 1 April 2026

Mie Kopyok Semarang


Hai hai!

Sebelumnya, mohon maaf lahir batin untuk blog-ku yang sangat jarang aku sentuh. Semoga ke depannya aku bakal isi dengan banyak hal, terutama cerita-ceritaku tentang kuliner dan gastronomi. Ya ya ya, hampir tiap tahun rutin menulis blog jadi resolusi yang bisa dibilang omong kosong, tapi ayo coba lagi di tahun 2026 ini. Ada aamiin?!

Kali ini aku mau berbagi resep salah satu sajian yang aku buat untuk misi menghabiskan sisa ketupat Lebaran kemaren. Karena cuaca Jogja panas terus, jadi butuh yang seger dan gak berat. Jadi sebelumnya aku sudah olah ketupat jadi Tahu Guling "Mbantul" yang resepnya sudah aku share disini.

Karena umur ketupat ini hampir habis alias expired 2 hari lagi, aku putar otak mau dibikin apa. Tiba-tiba mama cerita waktu kuliah di Undip dan hari-harinya waktu di Semarang. Ah, keluar lah ide bikin Mie Kopyok aja!

Oh by the way, ada cerita menarik tentang Mie Kopyok di keluargaku. Jadi orangtuaku punya aku dan kakakku setelah 2 tahun pernikahan. Suatu hari orangtuaku main ke rumah budhe di Semarang, mereka makan Mie Kopyok yang langganan mama waktu masih tinggal di sana. Selang beberapa lama, mamaku hamil kakakku. Lucunya, hal yang sama terjadi di kehamilan mama yang kedua, yaitu aku. Memang kehendak Tuhan aja sebenernya, tapi kok ya bisa sama persis.

Lalu cerita ini selalu jadi ice breaking almarhum papa tiap ada saudaranya yang udah menikah tapi belum punya anak. Beliau selalu menyarankan main ke Semarang buat makan Mie Kopyok biar cepet hamil. Surprisingly banyak yang coba dan ada yang berhasil. Dan cerita ini aku ceritakan juga ke teman-temanku yang lagi promil. Haha..

Kembali ke Mie Kopyok. Sajian khas Semarang ini bikinnya gampang sekali, bahannya pun sangat sederhana. Isiannya ada potongan ketupat, mie kuning, tahu pong, tauge rebus, kuah gurih, remukan kerupuk gendar, irisan seledri, bawang goreng, dan kecap manis. Tambah sambal ulek kalau suka. Walaupun sangat sederhana, tapi rasanya ringan dan cocok sekali dimakan waktu siang-siang.

 

Mie Kopyok Semarang


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bahan-bahan:

2-3 buah ketupat, potong-potong

250 gr mie kuning basah (bisa diganti mie telur)

5-6 potong tahu pong

2 genggam tauge panjang

Bahan Kuah:

3-4 siung bawang putih, haluskan

1 1/2 sdt garam

1 blok kaldu sapi atau ayam (bisa ganti totole atau penyedap lainnya)

1/2 sdt merica bubuk 

1500 ml air 

Pelengkap:

Kerupuk gendar

Irisan seledri

Bawang Goreng

Kecap manis

 

Cara Membuat:

Rebus sebentar tahu pong, tauge, dan mie kuning secara terpisah. Sisihkan.

Kuah: Rebus air sampai mendidih. Masukkan bawang putih, garam, merica halus, dan kaldu blok, masak selama 15 menit. Koreksi rasa. Jika sudah pas, matikan api.

Penyelesaian: Tata irisan ketupat, mie kuning, irisan tahu pong, tauge, lalu siram dengan kauh secukupnya. Beri remukan kerupuk gendar, irisan seledri, bawang goreng, dan kecap manis secukupnya. Sajikan.

Catatan: Jika ingin pedas, beri cabai rawit yang digerus di piring sebelum penyelesaian.

 

Dicoba di rumah ya! Semoga mengispirasi!