Hai hai!
Sebelumnya, mohon maaf lahir batin untuk blog-ku yang sangat jarang aku sentuh. Semoga ke depannya aku bakal isi dengan banyak hal, terutama cerita-ceritaku tentang kuliner dan gastronomi. Ya ya ya, hampir tiap tahun rutin menulis blog jadi resolusi yang bisa dibilang omong kosong, tapi ayo coba lagi di tahun 2026 ini. Ada aamiin?!
Kali ini aku mau berbagi resep salah satu sajian yang aku buat untuk misi menghabiskan sisa ketupat Lebaran kemaren. Karena cuaca Jogja panas terus, jadi butuh yang seger dan gak berat. Jadi sebelumnya aku sudah olah ketupat jadi Tahu Guling "Mbantul" yang resepnya sudah aku share disini.
Karena umur ketupat ini hampir habis alias expired 2 hari lagi, aku putar otak mau dibikin apa. Tiba-tiba mama cerita waktu kuliah di Undip dan hari-harinya waktu di Semarang. Ah, keluar lah ide bikin Mie Kopyok aja!
Oh by the way, ada cerita menarik tentang Mie Kopyok di keluargaku. Jadi orangtuaku punya aku dan kakakku setelah 2 tahun pernikahan. Suatu hari orangtuaku main ke rumah budhe di Semarang, mereka makan Mie Kopyok yang langganan mama waktu masih tinggal di sana. Selang beberapa lama, mamaku hamil kakakku. Lucunya, hal yang sama terjadi di kehamilan mama yang kedua, yaitu aku. Memang kehendak Tuhan aja sebenernya, tapi kok ya bisa sama persis.
Lalu cerita ini selalu jadi ice breaking almarhum papa tiap ada saudaranya yang udah menikah tapi belum punya anak. Beliau selalu menyarankan main ke Semarang buat makan Mie Kopyok biar cepet hamil. Surprisingly banyak yang coba dan ada yang berhasil. Dan cerita ini aku ceritakan juga ke teman-temanku yang lagi promil. Haha..
Kembali ke Mie Kopyok. Sajian khas Semarang ini bikinnya gampang sekali, bahannya pun sangat sederhana. Isiannya ada potongan ketupat, mie kuning, tahu pong, tauge rebus, kuah gurih, remukan kerupuk gendar, irisan seledri, bawang goreng, dan kecap manis. Tambah sambal ulek kalau suka. Walaupun sangat sederhana, tapi rasanya ringan dan cocok sekali dimakan waktu siang-siang.
Mie Kopyok Semarang
Bahan-bahan:
2-3 buah ketupat, potong-potong
250 gr mie kuning basah (bisa diganti mie telur)
5-6 potong tahu pong
2 genggam tauge panjang
Bahan Kuah:
3-4 siung bawang putih, haluskan
1 1/2 sdt garam
1 blok kaldu sapi atau ayam (bisa ganti totole atau penyedap lainnya)
1/2 sdt merica bubuk
1500 ml air
Pelengkap:
Kerupuk gendar
Irisan seledri
Bawang Goreng
Kecap manis
Cara Membuat:
Rebus sebentar tahu pong, tauge, dan mie kuning secara terpisah. Sisihkan.
Kuah: Rebus air sampai mendidih. Masukkan bawang putih, garam, merica halus, dan kaldu blok, masak selama 15 menit. Koreksi rasa. Jika sudah pas, matikan api.
Penyelesaian: Tata irisan ketupat, mie kuning, irisan tahu pong, tauge, lalu siram dengan kauh secukupnya. Beri remukan kerupuk gendar, irisan seledri, bawang goreng, dan kecap manis secukupnya. Sajikan.
Catatan: Jika ingin pedas, beri cabai rawit yang digerus di piring sebelum penyelesaian.
Dicoba di rumah ya! Semoga mengispirasi!

No comments:
Post a Comment